Produk domestik bruto (PDRB) harga berlaku (ADHB) di Kabupaten Tanah Laut, pada 2024 tercatat Rp21,25 juta. PDRB di kabupaten/kota ini tumbuh 5,01% dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp20,17 juta .
Dibandingkan dengan masa pandemi covid pada tahun 2020, pertumbuhan ekonomi di wilayah ini terlihat lebih tinggi. Sebelumnya pertumbuhan pada akhir tahun 2021 pasca covid tercatat mencapai 3,47%.
Menurut publikasi BPS, dengan total penduduk yang mencapai 366,76 ribu jiwa, PDRB per kapita di wilayah ini tercatat Rp58.233 ribu/kapita/tahun. PDRB per kapita ini secara nasional berada di urutan 205.
Dari 17 sektor yang mendorong pergerakan ekonomi di kabupaten/kota ini, sektor pertambangan dan penggalian menjadi unggulan.
Untuk urutan pertama adalah sektor pertambangan dan penggalian. Pada 2024 lalu, sektor ini memberikan kontribusi PDRB terbesar dengan nilai mencapai Rp6,44 jutajuta. PDRB ini tumbuh 3,12%.
Setelahnya sektor pertanian, kehutanan dan perikanan tumbuh 7,94% menjadi Rp3,5 jutajuta, PDRB sektor industri pengolahan yang kali ini diurutan ketiga tumbuh 5,29% menjadi Rp2,33 jutajuta.
Sektor terakhir memberikan kontribusi di urutan lima besar adalah konstruksi dengan PDRB Rp1,47 jutajuta. Sektor ini tercatat tumbuh 5,61% dibandingkan capaian tahun sebelumnya dengan angka Rp1,35 jutajuta.
Distribusi PDRB di Kabupaten Tanah Laut pada 2024
Menurut tingkat distribusinya, sektor utama yang menyumbang pertumbuhan terbesar PDRB di Kabupaten Tanah Laut ini adalah sektor pertambangan dan penggalian dengan kontribusi mencapai 27,51%. Sektor lainnya diurutan lima besar adalah sektor pertanian, kehutanan dan perikanan, sektor industri pengolahan, sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor, dan sektor konstruksi.
Sedangkan untuk sektor dengan distribusi terkecil adalah Sektor Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial,Sektor Jasa Lainnya,Sektor Jasa Perusahaan,Sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang dan Sektor Pengadaan Listrik dan Gas.