Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Negara Berkembang Asia -0,7% Pada 2020, Terendah Sejak 1960an

1
Dwi Hadya Jayani 21/09/2020 16:40 WIB
Image Loader
Memuat...
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Negara Berkembang Asia 2020 & 2021
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Asian Development Bank (ADB) dalam laporan Developing Asia's Outlook September 2020, memproyeksikan pertumbuhan ekonomi negara berkembang di kawasan Asia sebesar -0,7% pada 2020. Kontraksi ini merupakan pertama kalinya sejak 1960-an atau enam dekade terakhir. Namun, pada tahun depan ekonomi pertumbuhannya diproyeksikan melesat menjadi positif 6,8%.

Sementara itu, tanpa memasukkan negara industri baru (newly industrialized economies), pertumbuhan ekonomi negara berkembang di Asia sebesar -0,5% tahun ini. Negara ini mencakup Hongkong, Korea Selatan, Singapura, dan Taipei. Pada 2021, pertumbuhannya diproyeksikan positif 7,2%. (Baca: Tiga Negara Topang Pertumbuhan Ekonomi ASEAN Selama 2015-2019)

ADB menyatakan pertumbuhan ekonomi Asia akan pulih dengan tipe kurva L atau kurva "swoosh" atau logo Nike, bukan kurva V. Pertumbuhan kurva "swoosh" berarti setelah ekonomi jatuh, memerlukan waktu yang lama agar kembali pulih sebagaimana kondisi sebelum pandemi. Sementara kurva L mengindikasikan ketika ekonomi jatuh pemulihannya lambat bahkan tak bisa melenting seperti semula.

Data Pasar

Macro update by
21 May 2026
Makro
Nilai Tukar
Komoditas
Ketenagakerjaan
Nama Nilai %
Pertumbuhan ekonomi 5,11% +0.08
Gini rasio (Sem2) 0,38 0.00
PDB ADHK (Q1) 3.447,70 -0.77
Nilai Tukar USDIDR 17.653 +0.31
Neraca perdagangan (Mar) 3,32 +160.82
Ekspor Migas (Mar) 1,28 +18.60
Impor Migas (Mar) 3,17 +58.74
Ekspor (Mar) 22,53 +1.62
Impor (Mar) 19,21 -8.08
Kunjungan Wisman (Feb) 1,16 -2.42
Inflasi yoy (Apr) 2,42% -1.06
Inflasi mom (Apr) 0,13% -0.28
Persentase kemiskinan (Des) 7,50% -0.75
NTP (Apr) 112,29 +0.43

Data Populer

Loading...