Produk domestik bruto (PDRB) harga berlaku (ADHB) di Kabupaten Kolaka, pada 2024 tercatat Rp38,16 juta. PDRB di kabupaten/kota ini tumbuh 5,06% dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp35,68 juta .
Dibandingkan dengan masa pandemi covid pada tahun 2020, pertumbuhan ekonomi di wilayah ini terlihat lebih tinggi. Sebelumnya pertumbuhan pada akhir tahun 2021 pasca covid tercatat mencapai 4,02%.
(Baca: Pendapatan Daerah dari Retribusi dalam APBD Pemda Periode 2013-2024)
Menurut publikasi BPS, dengan total penduduk yang mencapai 252 ribu jiwa, PDRB per kapita di wilayah ini tercatat Rp153,41 juta/kapita/tahun. PDRB per kapita ini secara nasional berada di urutan 42.
Dari 17 sektor yang mendorong pergerakan ekonomi di kabupaten/kota ini, sektor pertambangan dan penggalian menjadi unggulan.
Sektor pertambangan dan penggalian di Kabupaten Kolaka merupakan sektor andalan dan menyumbang kontribusi terbesar PDRB pada 2024 lalu dengan nilai mencapai Rp21,26 jutajuta. PDRB ini tumbuh 9,38% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tercatat Rp19,28 jutajuta.
Di urutan kedua adalah sektor pertanian, kehutanan dan perikanan pertumbuhan negatif -2,56% menjadi Rp4,9 jutajuta kemudian diurutan berikutnya diikuti oleh PDRB sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor yang kali ini tumbuh 5,24% menjadi Rp3,48 jutajuta.
(Baca: Data 2024: PDRB ADHB per Kapita Kabupaten Pesisir Barat Rp.35,62 Juta)
Terakhir, PDRB di Kabupaten Kolaka, untuk urutan lima besar adalah industri pengolahan dengan nilai Rp2,22 jutajuta. Menurut BPS, sektor ini selama setahun terakhir berhasil tumbuh -0,79% dari capaian sebelumnya yang tercatat Rp2,27 jutajuta.
Distribusi PDRB di Kabupaten Kolaka pada 2024
Menurut tingkat distribusinya, sektor utama yang menyumbang pertumbuhan terbesar PDRB di Kabupaten Kolaka ini adalah sektor pertambangan dan penggalian dengan kontribusi mencapai 50,89%. Sektor lainnya diurutan lima besar adalah sektor pertanian, kehutanan dan perikanan, sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor, sektor konstruksi, dan sektor industri pengolahan.
Sedangkan untuk sektor dengan distribusi terkecil adalah Sektor Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial,Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum,Sektor Jasa Perusahaan,Sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang dan Sektor Pengadaan Listrik dan Gas.