Menurut riset Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI), nilai belanja militer global berdasarkan harga berlaku (current prices) mencapai US$2,9 triliun pada 2025.
Jika dihitung dengan harga konstan (constant prices), nilai belanja militer global pada 2025 setara US$2,77 triliun, tumbuh 2,9% dibanding 2024 (year-on-year/yoy).
Angka tersebut juga menjadi rekor belanja militer terbesar sepanjang sejarah yang dicatat SIPRI.
SIPRI menilai, fenomena ini dipicu oleh meningkatnya rasa tidak aman di banyak negara.
"Program penguatan persenjataan dan meningkatnya rasa tidak aman memicu peningkatan belanja secara luas," kata SIPRI dalam siaran pers (27/4/2026).
"Belanja militer global kembali meningkat pada 2025 karena negara-negara merespons tahun yang diwarnai perang, ketidakpastian, dan gejolak geopolitik, melalui program persenjataan skala besar," kata mereka.
(Baca: Peristiwa Konflik Global Meningkat dalam Beberapa Tahun Terakhir)
Dari 149 negara yang tercatat di basis data SIPRI, ada 106 negara yang menambah belanja militer pada 2025, sedangkan yang belanjanya berkurang hanya 43 negara.
Jika dilihat berdasarkan kawasan, peningkatan paling tinggi terjadi di Eropa, yang nilai belanja militernya tumbuh 14% (yoy) pada 2025.
Kemudian pertumbuhan belanja militer di kawasan Afrika mencapai 8,5% (yoy), Asia-Oseania tumbuh 8,1% (yoy), dan Timur Tengah tumbuh 0,1% (yoy).
Di sisi lain, belanja militer di kawasan Amerika pada 2025 berkurang 6,6% (yoy). Hal ini salah satunya dipengaruhi pemangkasan bantuan keuangan militer dari Amerika Serikat (AS) untuk Ukraina.
Namun, menurut Nan Tian, Direktur Program Belanja Militer SIPRI, anggaran AS akan kembali meningkat.
"Anggaran belanja militer yang disetujui Kongres AS untuk tahun 2026 naik menjadi lebih dari US$1 triliun, peningkatan signifikan dibanding 2025," kata Nan Tian dalam siaran pers (27/4/2026).
"Nilainya dapat bertambah lagi menjadi US$1,5 triliun pada tahun 2027 jika proposal anggaran terbaru dari Presiden Trump diterima," lanjutnya.
(Baca: Amerika Serikat, Pemasok Senjata Terbesar Global 2021-2025)