Menurut laporan Transparency International (TI), Sudan Selatan dan Somalia merupakan negara yang paling korup pada 2025.
Hal ini terlihat dari Corruption Perceptions Index (CPI) dua negara tersebut yang paling rendah di skala global.
CPI adalah indeks yang mengukur tingkat korupsi di suatu negara berdasarkan persepsi kalangan ahli dan pelaku bisnis terkait penyalahgunaan jabatan publik, praktik suap, integritas pejabat, hingga penegakan hukum.
Persepsi tersebut lantas diolah menjadi skor berskala 0-100 poin. Makin tinggi skornya, suatu negara dinilai makin bersih dari korupsi. Sebaliknya, makin rendah skor, suatu negara dinilai makin korup.
(Baca: Indeks Persepsi Korupsi ASEAN 2025, Singapura Paling Bersih)
Pada 2025, Sudan Selatan dan Somalia sama-sama meraih skor CPI 9 poin, terendah dari 182 negara yang diriset.
Skor CPI dua negara tersebut juga jauh di bawah rata-rata global yang skornya 42 poin.
Negara lain yang skor CPI-nya tergolong rendah di skala global adalah Venezuela, Yaman, Libya, Eritrea, Sudan, dan Nikaragua.
Berikutnya ada Suriah, Korea Utara, Guinea Ekuatorial, Myanmar, Haiti, Afghanistan, Turkmenistan, dan Burundi dengan rincian skor seperti terlihat pada grafik.
TI juga menemukan, praktik korupsi umumnya lebih marak di negara-negara dengan kebebasan berekspresi yang rendah.
"Negara-negara yang melindungi kebebasan berekspresi, berkumpul, dan berserikat umumnya lebih tangguh melawan korupsi dan memiliki skor CPI lebih tinggi," kata TI dalam laporan Corruption Perceptions Index 2025.
"Namun, negara-negara yang kurang melindungi kebebasan tersebut lebih cenderung kehilangan kendali atas korupsi," kata mereka.
(Baca: Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Memburuk pada 2025)