Menurut laporan Transparency International (TI), Denmark merupakan negara yang paling bersih dari korupsi pada 2025.
Hal ini terlihat dari Corruption Perceptions Index (CPI) Denmark yang skornya paling tinggi di skala global.
CPI adalah indeks yang mengukur tingkat korupsi di suatu negara berdasarkan persepsi kalangan ahli dan pelaku bisnis terkait penyalahgunaan jabatan publik, praktik suap, integritas pejabat, hingga penegakan hukum.
Persepsi tersebut lantas diolah menjadi skor berskala 0-100 poin. Makin tinggi skornya, suatu negara dinilai makin bersih dari korupsi. Sebaliknya, makin rendah skor, suatu negara dinilai makin korup.
(Baca: Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Memburuk pada 2025)
Pada 2025, Denmark meraih skor CPI 89 poin, tertinggi dari 182 negara yang diriset, serta jauh di atas rata-rata skor CPI global yang hanya 42 poin.
Negara lain yang skor CPI-nya tergolong tinggi di skala global adalah Finlandia, Singapura, Selandia Baru, Norwegia, Swedia, dan Swiss.
Berikutnya ada Luxembourg, Belanda, Jerman, Islandia, Australia, Estonia, Hong Kong, dan Irlandia dengan rincian skor seperti terlihat pada grafik.
"Hanya ada 15 negara, terutama dari kawasan Eropa Barat dan Asia-Pasifik, yang berhasil mendapatkan skor di atas 75," kata TI dalam laporan Corruption Perceptions Index 2025.
"Sementara itu, lebih dari dua pertiga atau 68% negara di dunia meraih skor di bawah 50, yang menunjukkan ada masalah korupsi serius di sebagian besar wilayah planet ini," kata mereka.
TI juga menemukan, negara-negara yang menerapkan demokrasi secara penuh memiliki rata-rata skor CPI 71 poin.
Sedangkan negara dengan demokrasi terbatas rata-rata skornya 47 poin, dan negara otoriter rata-rata skornya 32 poin.
"Gambaran yang lebih luas ini menunjukkan bahwa demokrasi dan keberadaan lembaga yang kuat dan independen sangat penting untuk memerangi korupsi secara menyeluruh, efektif, dan berkelanjutan," kata TI.
(Baca: Indeks Persepsi Korupsi ASEAN 2025, Singapura Paling Bersih)