Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data triwulanan PDRB ADHB Sektor Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib Provinsi Sulawesi Tengah sampai Kuartal I 2026 sebesar 3.373,72 Rp miliar. Data historis sejak 2010 menunjukkan tren naik secara keseluruhan, dengan total peningkatan 405,74% selama 16 tahun periode pengamatan. Pada kuartal terakhir Maret 2026, tercatat penurunan sebesar 16,95% dibandingkan kuartal sebelumnya Desember 2025 yang mencatatkan nilai tertinggi sepanjang sejarah sebesar 4.062,17 Rp miliar.
(Baca: Nilai Tertinggi Jalur Prestasi Masuk ke SMA5 Kota Depok | 2025)
Selama 65 periode triwulanan yang tercatat, terdapat 39 periode mengalami kenaikan nilai dan 25 periode mengalami penurunan. Rata-rata pertumbuhan 3 kuartal terakhir tercatat negatif turun 1,55%, kondisi ini lebih buruk dibandingkan rata-rata pertumbuhan 5 kuartal terakhir yang nyaris stagnan di angka 0,04%. Secara historis, kenaikan tertinggi sebesar 56,51% terjadi pada Kuartal II 2021, sedangkan penurunan terdalam turun 30,04% tercatat pada Kuartal I 2025.
Untuk posisi peringkat di Pulau Sulawesi, Sulawesi Tengah berada di urutan ke-3 pada kuartal Maret 2026, turun satu peringkat dibandingkan periode sebelumnya yang berada di urutan ke-2. Secara nasional, provinsi ini menempati peringkat 21 dari seluruh provinsi di Indonesia. Nilai PDRB sektor ini Sulawesi Tengah masih berada di atas rata-rata keseluruhan periode yang tercatat sebesar 2.230,84 Rp miliar.
Dari data perbandingan antar provinsi, Sulawesi Utara sebagai satu wilayah di Pulau Sulawesi mencatatkan nilai PDRB sektor ini sebesar 3.482,05 Rp miliar pada periode yang sama, dengan pertumbuhan 4,93% dan menempati peringkat ke-2 di Pulau Sulawesi. Nilai ini sedikit lebih tinggi dibandingkan catatan Sulawesi Tengah. Sementara Maluku mencatatkan pertumbuhan paling rendah hanya 0,17% pada kuartal terakhir.
Kalimantan Selatan
Kalimantan Selatan menempati peringkat 18 secara nasional pada kuartal terakhir, dengan nilai PDRB sektor pemerintahan tercatat 3.922,61 Rp miliar. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 2,42% dibandingkan periode sebelumnya, dengan selisih kenaikan nilai sebesar 92,64 Rp miliar. Posisi peringkat nasional Kalimantan Selatan berada 3 tingkat di atas Sulawesi Tengah, dengan selisih total nilai mencapai 548,89 Rp miliar pada periode Maret 2026.
Maluku
Provinsi Maluku tercatat menempati peringkat teratas di wilayah kepulauannya, dengan nilai PDRB sektor ini mencapai 3.532,94 Rp miliar pada kuartal Maret 2026. Pertumbuhan wilayah ini hanya tercatat 0,17% atau mengalami kenaikan sangat sedikit sebesar 6,09 Rp miliar dibandingkan kuartal sebelumnya. Nilai total Maluku sedikit lebih tinggi 159,22 Rp miliar dibandingkan catatan Sulawesi Tengah pada periode yang sama.
(Baca: PDRB Kabupaten Labuhan Batu Selatan 2025: Rp46,17 Triliun, Tumbuh 4,7 Persen)
Sulawesi Utara
Sulawesi Utara menempati posisi peringkat 2 di wilayah Pulau Sulawesi pada kuartal terakhir, dengan total nilai PDRB sektor pemerintahan sebesar 3.482,05 Rp miliar. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 4,93% dengan kenaikan nilai sebesar 163,52 Rp miliar dibandingkan periode sebelumnya. Peringkat nasional Sulawesi Utara berada di urutan 20, satu tingkat di atas posisi Sulawesi Tengah.
Jambi
Provinsi Jambi mencatatkan pertumbuhan tertinggi diantara seluruh wilayah perbandingan, yakni sebesar 6,67% pada kuartal terakhir dengan kenaikan nilai mencapai 196,54 Rp miliar. Total nilai PDRB sektor ini di Jambi tercatat 3.141,61 Rp miliar, menempati peringkat 22 secara nasional atau satu tingkat di bawah posisi Sulawesi Tengah.
Kalimantan Tengah
Kalimantan Tengah mengalami penurunan paling dalam diantara seluruh wilayah perbandingan, yakni turun 28,57% pada kuartal terakhir dengan penurunan nilai mencapai 1.253 Rp miliar. Total nilai PDRB sektor pemerintahan di wilayah ini tercatat 3.132,29 Rp miliar, menempati peringkat 23 secara nasional atau dua tingkat di bawah posisi Sulawesi Tengah.
Papua
Provinsi Papua menempati peringkat teratas di wilayahnya, dengan nilai PDRB sektor pemerintahan tercatat 2.970,76 Rp miliar pada kuartal Maret 2026. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,13% dengan kenaikan nilai sebesar 145,06 Rp miliar dibandingkan periode sebelumnya, menempati peringkat 24 secara nasional.