Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data persentase kemiskinan Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan semester tahun 2025 sebesar 4,81 persen. Angka ini turun 0,94 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan penurunan jumlah penduduk miskin sebesar 2.220 jiwa dari total 13.930 jiwa menjadi 11.710 jiwa. Pertumbuhan angka kemiskinan wilayah ini tercatat minus 16,35 persen pada periode tahun terakhir.
(Baca: Jawa Timur Catatkan PDRB ADHK Sektor Perdagangan Mobil, Sepeda Motor dan Reparasinya Tertinggi)
Sepanjang periode 2004 hingga 2025, persentase kemiskinan wilayah ini pernah mencapai titik tertinggi pada tahun 2006 sebesar 13,38 persen. Angka 4,81 persen pada 2025 merupakan nilai terendah yang pernah tercatat selama 21 tahun pengamatan. Pertumbuhan penurunan kemiskinan pada 2025 juga menjadi yang terbesar dibandingkan seluruh periode data historis yang tersedia.
Secara peringkat nasional, Kabupaten Hulu Sungai Utara berada di urutan 436 dari 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia untuk indikator persentase kemiskinan tahun 2025. Peringkat wilayah ini terus bergeser turun selama 10 tahun terakhir, dari posisi 392 pada tahun 2019 menuju posisi 436 pada data terbaru. Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir tercatat 5,60 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir sebesar 5,95 persen.
Kota Banjarmasin
Berada di peringkat 448 nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatat angka 4,52 persen dengan penurunan sedikit sebesar 1,31 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 33.160 jiwa, garis kemiskinan berada di angka 752,09 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 73,75 juta rupiah per tahun, dengan pertumbuhan pendapatan sebesar 8,00 persen.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Sragen | 2004 - 2025)
Kabupaten Hulu Sungai Tengah
Peringkat 424 nasional dengan persentase kemiskinan 5,03 persen, wilayah ini mencatat penurunan sebesar 13,43 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 13.940 jiwa, garis kemiskinan berada di angka 530,28 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat tercatat 37,59 juta rupiah per tahun, menjadi yang terendah dibandingkan seluruh wilayah dalam kelompok perbandingan ini.
Kabupaten Tabalong
Pada peringkat 443 nasional, persentase kemiskinan wilayah ini tercatat 4,67 persen dengan penurunan sebesar 17,20 persen pada periode tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 12.500 jiwa, garis kemiskinan berada di angka 646,86 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 126,52 juta rupiah per tahun, dengan pertumbuhan pendapatan tahunan sebesar 3,44 persen.
Kabupaten Balangan
Berada di peringkat 444 nasional untuk indikator persentase kemiskinan, wilayah ini mencatat angka 4,64 persen dengan penurunan sedikit sebesar 4,72 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 6.420 jiwa, garis kemiskinan berada di angka 544,17 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 163,76 juta rupiah per tahun, menjadi nilai tertinggi pada kelompok perbandingan ini.