- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat data historis jumlah sekolah SMA di Provinsi Papua Pegunungan. Data tercatat mulai tersedia sejak tahun 2023 dengan jumlah 62 unit sekolah, kemudian pada tahun 2024 mengalami penambahan menjadi 68 unit. Selama satu tahun terakhir terjadi penambahan sebanyak 6 unit sekolah SMA di wilayah ini. Secara urutan nasional, posisi provinsi ini juga mengalami perbaikan dari urutan ke-36 tahun 2023 menjadi urutan ke-35 pada tahun 2024 untuk indikator jumlah sekolah SMA.
(Baca: Update 2024: Jumlah Korban Meninggal akibat Bencana Alam di Lampung 4 Jiwa)
Dari total 68 unit sekolah SMA yang tercatat pada tahun 2024, sebanyak 47 unit merupakan SMA Negeri dan 21 unit merupakan SMA Swasta. Dibandingkan tahun sebelumnya, SMA Negeri mengalami kenaikan sebesar 6,8 persen sementara SMA Swasta mencatat kenaikan jauh lebih tinggi mencapai 16,7 persen. Proporsi sekolah negeri di wilayah ini mendominasi sebesar 69,1 persen dari total seluruh sekolah SMA yang beroperasi, sedangkan sekolah swasta menyumbang sisanya sebesar 30,9 persen.
BPS juga mencatat pada tahun 2023 jumlah penduduk usia sekolah 16-18 tahun di Papua Pegunungan tercatat sebanyak 46.950 jiwa. Pada tahun tersebut, provinsi ini menempati urutan ke-34 secara nasional untuk indikator jumlah penduduk usia SMA. Sampai tahun 2024 belum ada data terbaru jumlah penduduk usia sekolah, namun angka tersebut menunjukkan beban layanan pendidikan yang harus diakomodasi oleh seluruh unit sekolah SMA yang ada.
(Baca: Statistik Nilai Investasi PMA Sektor Pertambangan Periode 2013-2025)
Untuk tenaga pendidik, pada tahun 2024 tercatat terdapat total 887 guru SMA di Papua Pegunungan, meningkat sebesar 5,6 persen dibandingkan tahun 2023 yang hanya berjumlah 840 orang. Jumlah kepala sekolah dan guru untuk SMA Negeri tercatat 652 orang pada 2024, mengalami kenaikan 8,1 persen dari tahun sebelumnya. Sebaliknya untuk tenaga pendidik di SMA Swasta justru mengalami penurunan tipis sebesar 0,8 persen menjadi 235 orang pada tahun 2024.
Jumlah total siswa SMA di provinsi ini juga mencatat pertumbuhan sebesar 7,6 persen menjadi 14.893 siswa pada tahun 2024. Pertumbuhan jumlah siswa SMA Negeri lebih tinggi mencapai 9,2 persen, sedangkan pertumbuhan siswa SMA Swasta tercatat sebesar 3,4 persen. Seluruh data tersebut menunjukkan dinamika perkembangan layanan pendidikan menengah atas di wilayah Papua Pegunungan selama satu tahun terakhir.
Data Terkait
Data Pasar
| Nama | Nilai | % | |
|---|---|---|---|
| Inflasi yoy (Jun) | 3,34% | +0.26 | |
| Inflasi mom (Jun) | 0,44% | +0.16 | |
| Pertumbuhan ekonomi | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Persentase kemiskinan (Des) | 7,50% | -0.75 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 17.968 | -0.06 | |
| PDB ADHK (Q1) | 3.447,70 | -0.77 | |
| Ekspor Migas (Mei) | 758,10 | -34.38 | |
| Neraca perdagangan (Mei) | -1,61 | -1,907.18 | |
| Impor Migas (Mei) | 4,51 | -1.82 | |
| Ekspor (Mei) | 23,20 | -8.30 | |
| Impor (Mei) | 24,81 | -1.59 | |
| Kunjungan Wisman (Mei) | 1,38 | +10.69 | |
| NTP (Jun) | 114,65 | +0.76 |