Jumlah Sekolah SMA di Papua Pegunungan 2018 - 2024
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perkembangan jumlah sekolah SMA di Provinsi Papua Pegunungan menunjukkan peningkatan signifikan dalam dua tahun terakhir. Tahun 2023, jumlah sekolah SMA di provinsi ini sebanyak 62 unit dengan peringkat nasional ke-36, sedangkan pada tahun 2024 meningkat menjadi 68 unit dan naik peringkat menjadi ke-35 secara nasional. Data historis juga menunjukkan pada tahun 2023, jumlah penduduk usia sekolah 16-18 tahun di provinsi ini mencapai 46.950 jiwa, yang menempatkan provinsi ini pada peringkat nasional ke-34 untuk indikator tersebut. Tidak ada data yang tersedia untuk indikator ini pada tahun-tahun sebelumnya.
(Baca: PDRB ADHB di Kabupaten Maros Menurut Sektor pada 2024)
Dari total 68 sekolah SMA di Papua Pegunungan tahun 2024, sebagian besar merupakan SMA Negeri. Sebanyak 47 unit SMA Negeri (menaik dari 44 unit tahun 2023, dengan pertumbuhan 6,8%) dan 21 unit SMA Swasta (menaik dari 18 unit tahun 2023, dengan pertumbuhan 16,7%). Secara persentase, SMA Negeri mendominasi dengan 69,1% dari total sekolah SMA, sedangkan SMA Swasta hanya menyumbang 30,9% meskipun memiliki tingkat pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan SMA Negeri.
(Baca: Harga Beras Kualitas Super II di Pasar Tradisional Periode April 2025-2026)
Jumlah siswa SMA di Papua Pegunungan juga mengalami peningkatan pada tahun 2024, mencapai 14.893 jiwa atau naik 7,6% dibandingkan tahun 2023 yang sebesar 13.843 jiwa. Sebagian besar siswa bersekolah di SMA Negeri, yaitu 10.860 jiwa (naik 9,2% dari tahun sebelumnya), sedangkan siswa SMA Swasta sebanyak 4.033 jiwa (naik 3,4%). Dibandingkan dengan jumlah penduduk usia sekolah 16-18 tahun pada tahun 2023 yang sebesar 46.950 jiwa, hanya sekitar 31,7% dari kelompok usia tersebut yang tercatat sebagai siswa SMA di provinsi ini.
Dukungan tenaga pendidik juga menunjukkan perkembangan positif secara keseluruhan. Tahun 2024, jumlah guru SMA di Papua Pegunungan mencapai 887 orang, naik 5,6% dibandingkan tahun 2023 yang sebesar 840 orang. Tenaga pendidik di SMA Negeri menjadi pilar utama, dengan 652 orang (naik 8,1% dari tahun sebelumnya), sedangkan di SMA Swasta terdapat 235 orang (menurun 0,8% dari tahun 2023). Pertumbuhan tenaga pendidik di SMA Negeri sejalan dengan peningkatan jumlah sekolah dan siswa negeri, sedangkan penurunan di swasta menunjukkan kondisi yang perlu diperhatikan untuk mempertahankan kualitas pendidikan swasta di provinsi ini.