Nicolás Maduro dilantik sebagai Presiden Venezuela pada 19 April 2013. Ia menggantikan Presiden Hugo Chávez.
Selama masa jabatan Maduro, tingkat inflasi di Venezuela tercatat tinggi, bahkan menyentuh hiperinflasi atau lebih dari 50%.
Merujuk data International Monetary Fund (IMF), tingkat inflasi tahunan pada 2013 tercatat sebesar 40,6% dibanding tahun sebelumnya. Setelahnya, inflasi kerap meningkat.
Rekor melonjaknya inflasi terjadi pada 2018, menyentuh 65.370%. Ini menjadi angka tertinggi sepanjang sejarah Venezuela.
Menurut laman Federal Reserve Bank of St. Louis, faktor politik maupun ekonomi menjadi penyebab percepatan inflasi yang sangat cepat di Venezuela.
Dari sisi politik, kelangkaan pangan, obat-obatan, listrik, dan kebutuhan pokok lainnya memicu kerusuhan serta ketidakstabilan politik.
Dari sisi ekonomi, penurunan harga minyak menyebabkan berkurangnya secara signifikan pendapatan Venezuela dari ekspor minyak.
Dampaknya, pasar menilai mata uang Venezuela tidak bernilai, sehingga menimbulkan kesulitan bagi pemerintah Venezuela dalam membayar utang luar negerinya.
"Kondisi ini kemudian mendorong inflasi meningkat dengan cepat dan memicu terjadinya spiral hiperinflasi," tulis periset ekonomi lembaga tersebut, Ana Maria Santacreu dan Heting Zhu.
Setahun setelahnya, tingkat inflasi memang menurun signifikan, tetapi masih tergolong hiperinflasi, yakni 19.910%.
Pada 2024, IMF mengestimasikan tingkat inflasi Venezuela cukup rendah, yakni 49%. Namun, proyeksi 2025 justru melonjak lagi hingga 269,9%.
Belum lama, pihak militer Amerika Serikat (AS) menangkap Presiden Venezuela, Nicolás Maduro, dan istrinya, Cilia Flores, dalam operasi pada Sabtu (3/1/2026) dinihari.
Keduanya ditangkap dan digelandang ke atas kapal perang AS USS Iwo Jima. Maduro akan dituntut atas dakwaan Departemen Kehakiman AS yang menuduhnya terlibat dalam terorisme narkoba pada 2020.
Kepada wartawan, Presiden AS, Donald Trump, mengatakan akan memimpin Venezuela untuk sementara waktu dan bakal memanfaatkan cadangan minyak negeri Amerika Latin tersebut. Minyak tersebut juga bakal dijajakan ke negara lain.
“Kami akan menjalankan negara ini sampai saatnya dapat melakukan transisi yang aman, tepat, dan bijaksana,” kata Trump dalam konferensi pers setelah penangkapan Maduro, di Mar-a-Lago, seperti dikutip Katadata.co.id dari Associated Press, Minggu (4/1/2026).
(Baca: Pertumbuhan Ekonomi Venezuela Selama Dipimpin Maduro)