Produk domestik bruto (PDRB) harga berlaku (ADHB) di Kabupaten Teluk Bintuni, pada 2024 tercatat Rp52,36 juta. PDRB di kabupaten/kota ini tumbuh 29,22% dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp39,54 juta .
Dibandingkan dengan masa pandemi covid pada tahun 2020, pertumbuhan ekonomi di wilayah ini terlihat lebih tinggi. Sebelumnya pertumbuhan pada akhir tahun 2021 pasca covid tercatat turun 2,3%.
(Baca: PDRB ADHB di Kabupaten Deli Serdang Menurut Sektor pada 2024)
Menurut publikasi BPS, dengan total penduduk yang mencapai 83.074 jiwa, PDRB per kapita di wilayah ini tercatat Rp574,98 juta/kapita/tahun. PDRB per kapita ini secara nasional berada di urutan 3.
Dari 17 sektor yang mendorong pergerakan ekonomi di kabupaten/kota ini, sektor industri pengolahan menjadi unggulan.
Di urutan pertama yakni sektor industri pengolahan. Pada 2024 lalu, sektor ini memberikan kontribusi PDRB terbesar dengan nilai mencapai Rp29,19 jutajuta. PDRB ini tumbuh 33,15%.
Di urutan kedua adalah sektor pertambangan dan penggalian tumbuh 31,96% menjadi Rp19,01 jutajuta, PDRB sektor konstruksi yang kali ini pertumbuhan negatif -18.27% menjadi Rp1,56 jutajuta.
(Baca: PDRB ADHB di Kota Parepare Menurut Sektor pada 2024)
Selain itu, sektor lainnya yang memberikan kontribusi di urutan lima besar adalah pertanian, kehutanan dan perikanan dengan PDRB Rp999,84 ribujuta.
Distribusi PDRB di Kabupaten Teluk Bintuni pada 2024
Menurut tingkat distribusinya, sektor utama yang menyumbang pertumbuhan terbesar PDRB di Kabupaten Teluk Bintuni ini adalah sektor industri pengolahan dengan kontribusi mencapai 58,6%. Sektor lainnya diurutan lima besar adalah sektor pertambangan dan penggalian, sektor konstruksi, sektor pertanian, kehutanan dan perikanan, dan sektor administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib.
Sedangkan untuk sektor dengan distribusi terkecil adalah Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum,Sektor Jasa Lainnya,Sektor Jasa Perusahaan,Sektor Pengadaan Listrik dan Gas dan Sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang.