Produk domestik bruto (PDRB) harga berlaku (ADHB) di Kota Parepare, pada 2024 mencapai Rp9,97 juta. PDRB di kabupaten/kota ini tumbuh 5,09% dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp9,31 juta .
Dibandingkan dengan masa pandemi covid pada tahun 2020, pertumbuhan ekonomi di wilayah ini terlihat lebih tinggi. Sebelumnya pertumbuhan pada akhir tahun 2021 pasca covid tercatat mencapai 4,41%.
(Baca: PDRB ADHB di Kabupaten Tanjung Jabung Barat Menurut Sektor pada 2024)
Menurut publikasi BPS, dengan total penduduk yang mencapai 161,6 ribu jiwa, PDRB per kapita di wilayah ini tercatat Rp61.970 ribu/kapita/tahun. PDRB per kapita ini secara nasional berada di urutan 180.
Dari 17 sektor yang mendorong pergerakan ekonomi di kabupaten/kota ini, sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor menjadi unggulan.
Sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor di Kota Parepare merupakan sektor andalan dan menyumbang kontribusi terbesar PDRB pada 2024 lalu dengan nilai mencapai Rp1,7 jutajuta. Nominal ini tumbuh 5,52% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tercatat Rp1,58 jutajuta.
Di urutan kedua adalah sektor konstruksi tumbuh 6,01% menjadi Rp1,53 jutajuta, PDRB sektor real estate yang kali ini tumbuh 3,61% menjadi Rp906,32 ribujuta.
(Baca: PDRB ADHB di Kabupaten Melawi Menurut Sektor pada 2024)
Terakhir, PDRB di Kota Parepare, untuk urutan lima besar adalah jasa pendidikan dengan nilai Rp733,85 ribujuta. Menurut BPS, sektor ini selama setahun terakhir berhasil tumbuh 5,96% dari capaian sebelumnya yang tercatat Rp672,71 ribujuta.
Distribusi PDRB di Kota Parepare pada 2024
Menurut tingkat distribusinya, sektor utama yang menyumbang pertumbuhan terbesar PDRB di Kota Parepare ini adalah sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor dengan kontribusi mencapai 17,51%. Sektor lainnya diurutan lima besar adalah sektor konstruksi, sektor real estate, sektor administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib, dan sektor informasi dan komunikasi.
Sedangkan untuk sektor dengan distribusi terkecil adalah Sektor Industri Pengolahan,Sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang,Sektor Jasa Perusahaan,Sektor Pertambangan dan Penggalian dan Sektor Pengadaan Listrik dan Gas.