Pengeluaran Perumahan, Air, Listrik dan Bahan Bakar Rumah di Kota Tarakan Bulan Mei Naik 0,32%
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Pengeluaran listrik dan bahan bakar rumah tangga di Kota Tarakan pada Mei kemarin sebesar 0,32%. Angka ini lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat 0,06%. Di antara sembilan kelompok inflasi yang diukur di daerah ini, kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah menyumbang 0,19% inflasi daerah ini.
(Baca: Inflasi Perumahan, Air, Listrik dan Bahan Bakar Rumah di Kota Bau Bau Bulan Mei 2,57%)
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan indeks harga konsumen (IHK) perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah di Kota Tarakan berada di level 100,89 pada Mei 2026, lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya yang tercatat 100,57.
Bila dibandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu, inflasi perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah telah mencapai 0,52% (year on year/yoy). Sementara jika dibandingkan dengan posisi awal tahun, pengeluaran di Kota Tarakan telah mengalami pertumbuhan 0,38% (year to date/ytd).
(Baca: Bulan Mei, Inflasi Perumahan, Air, Listrik dan Bahan Bakar Rumah di Kabupaten Kapuas Mencapai 0,49%)
Hasil survei BPS, data per Mei 2026, 11 kelompok inflasi ini berada di urutan keempat di bandingkan sub kelompok lainnya.
Berikut ini inflasi subkelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah yang di ukur BPS per Mei di Kota Tarakan :
- Kelompok listrik dan bahan bakar rumah tangga 0,32%
- Kelompok sewa dan kontrak rumah 0,06%
- Kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah 0,19%
- Kelompok pemeliharaan, perbaikan dan keamanan 0,23%
Dibandingkan dengan 135 kabupaten/kota lain, inflasi perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tertinggi terjadi di Indonesia sebesar 0,46% dengan IHK sebesar 102.75 dan terendah terjadi di Kabupaten Gunung Kidul sebesar 1,16% dengan IHK sebesar 103.16. Sementara untuk Kota Tarakan ini menempati urutan 81.
Berikut ini 10 kabupaten/kota dengan inflasi subkelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tertinggi pada Mei 2026:
- Kota Sorong 6,28%
- Luwuk 5,1%
- Kabupaten Kota Baru 4,54%
- Kabupaten Sorong 4,44%
- Kabupaten Sukamara 3,29%
- Kabupaten Bungo 3,13%
- Kota Padang Sidimpuan 2,83%
- Kabupaten Aceh Tengah 2,75%
- Kota Banda Aceh 2,64%
- Kota Bau Bau 2,57%
Data Terkait
Data Pasar
| Nama | Nilai | % | |
|---|---|---|---|
| Pertumbuhan ekonomi | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| PDB ADHK (Q1) | 3.447,70 | -0.77 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 17.959 | +0.19 | |
| Neraca perdagangan (Apr) | 89,10 | -97.32 | |
| Ekspor Migas (Apr) | 1,16 | -9.81 | |
| Impor Migas (Apr) | 4,60 | +45.09 | |
| Ekspor (Apr) | 25,30 | +12.32 | |
| Impor (Apr) | 25,21 | +31.28 | |
| Kunjungan Wisman (Apr) | 1,25 | +14.75 | |
| Inflasi yoy (Mei) | 3,08% | +0.66 | |
| Inflasi mom (Mei) | 0,28% | +0.15 | |
| Persentase kemiskinan (Des) | 7,50% | -0.75 | |
| NTP (Mei) | 113,79 | +1.34 |