Kementerian LHK: Jumlah Titik Panas di Indonesia Capai 1.134 Dalam 24 Jam Terakhir (Sabtu, 6 September 2025)

1
Irfan Fadhlurrahman 06/09/2025 11:36 WIB
Image Loader
Memuat...
10 Provinsi dengan Jumlah Titik Panas Terbanyak di Indonesia 24 Jam Terakhir
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Berdasarkan sistem pemantauan kebakaran hutan dan lahan SiPongi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), pemantauan 24 jam terakhir menunjukkan ada 1.134 titik panas (hotspot) terdeteksi di Indonesia. Jumlah titik panas ini berkurang 289 titik dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Data tersebut merupakan hasil pencitraan satelit Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA yang diakses pada Sabtu (6/9/2025) pukul 11.35 WIB. Dari 1.134 titik panas terdeteksi, 16 titik dengan tingkat kepercayaan hotspot tinggi, 947 titik skala sedang, dan 171 titik skala rendah.

Tingkat kepercayaan hotspot terbagi menjadi 3 skala. Skala rendah memiliki rentang 0 - 29, skala sedang 30 - 79, dan skala tinggi 80 - 100. Semakin tinggi tingkat kepercayaan hotspot, semakin tinggi juga kemungkinan wilayah tertentu terjadi kebakaran hutan dan lahan.

(Baca: Indonesia, Negara dengan Kualitas Udara Terburuk di Asia Tenggara)

Titik panas terdeteksi paling banyak berada di Nusa Tenggara Timur sebanyak 524 titik. Nusa Tenggara Barat menempati posisi kedua jumlah titik panas terbanyak dengan 148 titik. Sulawesi Selatan berada di posisi ketiga sebanyak 101 titik panas.

Sebanyak 90 titik panas terdeteksi di Jawa Timur, Kalimantan Barat menyusul dengan 55 titik panas, serta Sulawesi Tenggara dan Sumatera Selatan masing-masing memiliki 46 dan 26 titik panas terdeteksi.

Titik panas merupakan titik koordinat suatu daerah yang memiliki temperatur permukaan lebih tinggi dibandingkan sekitarnya, dan bukan jumlah kejadian kebakaran hutan dan lahan.

Namun, banyaknya jumlah titik panas dan bergerombol pada suatu wilayah mengindikasikan adanya kejadian kebakaran hutan dan lahan. Artinya, data titik panas hasil deteksi satelit penginderaan jauh masih paling efektif dalam memantau kebakaran hutan dan lahan untuk wilayah yang luas.

(Baca: Jakarta dan Medan Kota Berpolusi Terburuk Dunia, Ini Tren Kualitas Udaranya)

Data Populer

Loading...