Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Kota Denpasar Naik 0,09% Setahun Terakhir

1
Irfan Fadhlurrahman 23/01/2026 08:40 WIB
Image Loader
Memuat...
Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Kota Denpasar, Bali (2017-2025)
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kota Denpasar, Bali sebesar 1,71% pada 2025.

Angka tersebut naik 0,09% dari tahun sebelumnya sebesar 1,62%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir turun 0,81%.

Rata-rata PoU Indonesia sebesar 7,89% pada 2025. Berarti, PoU di Kota Denpasar lebih rendah dibanding rata-rata nasional.

Badan Pangan Nasional (Bapanas) mendefinisikan PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.

Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.

Ini artinya, penduduk di Kota Denpasar yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 1,71% dari total penduduk.

Dibanding 8 kabupaten/kota lain di Provinsi Bali, PoU di Kota Denpasar ada di urutan ke-3. Wilayah dengan PoU terendah (urutan teratas) yakni Kabupaten Gianyar (1,16%) dan tertinggi (urutan terakhir) yakni Kabupaten Karang Asem (7,15%).

Berikut ini daftar PoU terendah di seluruh kabupaten/kota Provinsi Bali pada 2025.

  1. Kabupaten Gianyar: 1,16%
  2. Kabupaten Badung: 1,27%
  3. Kota Denpasar: 1,71%
  4. Kabupaten Tabanan: 2,83%
  5. Kabupaten Klungkung: 3,54%
  6. Kabupaten Bangli: 4,34%
  7. Kabupaten Jembrana: 6,05%
  8. Kabupaten Buleleng: 6,98%
  9. Kabupaten Karang Asem: 7,15%

(Baca: Daftar Jumlah Penduduk di Negara G20, Indonesia Peringkat Berapa?)

Data Populer

Loading...