Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan tahun 2024 untuk Kabupaten Jembrana Bali, menunjukkan persentase penduduk miskin turun sedikit dari 4,96 persen menjadi 4,51 persen. Jumlah penduduk miskin turun 1.220 orang menjadi 12.900 orang, sementara jumlah penduduk naik sedikit 1.872 orang menjadi 329.353 jiwa. Pertumbuhan persentase kemiskinan turun 9,07 persen, dengan posisi rank seindonesia 460 dan rank pulau 37.
(Baca: Jumlah Angkatan Kerja di Sulawesi Tenggara | 2025)
Data historis kemiskinan Jembrana periode 2004-2024 menunjukkan persentase kemiskinan tertinggi di tahun 2006 sebesar 10,49 persen dan terendah di tahun 2020 dan 2024 sebesar 4,51 persen. Pertumbuhan kemiskinan tertinggi di 2005 (29,4 persen) dan terendah di 2008 (-19,66 persen). Rata-rata 3 tahun terakhir (2022-2024) adalah 4,92 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir (2020-2024) adalah 4,87 persen, sehingga persentase saat ini lebih rendah dari kedua rata-rata. Rank seindonesia Jembrana meningkat dari 368 di 2004 menjadi 460 di 2024, menunjukkan peningkatan kondisi kemiskinan di tingkat nasional.
Dibandingkan kabupaten/kota lain di Bali, persentase kemiskinan Jembrana 4,51 persen berada di posisi menengah. Kota Denpasar memiliki persentase terendah (2,59 persen) dan Kabupaten Buleleng tertinggi (5,39 persen). Jembrana rank seindonesia 460, lebih baik dari Bangli (441), Buleleng (426), Klungkung (430), tapi lebih buruk dari Tabanan (464) dan Gianyar (483). Jumlah penduduk miskin Jembrana 12.900 orang, lebih sedikit dari Buleleng, Denpasar, Gianyar, dan Tabanan, tapi lebih banyak dari Bangli dan Klungkung.
Kabupaten Bangli
Rank seindonesia persentase kemiskinan 441, lebih tinggi dari Jembrana. Persentase kemiskinan 5,06 persen, dengan jumlah penduduk miskin 11.790 orang. Jumlah penduduk 259.392 jiwa, naik sedikit 1,08 persen. Garis kemiskinan Rp465,57 ribu per kapita per bulan, naik 6,56 persen. Pendapatan per kapita Rp32,28 juta per tahun, naik 6,67 persen. Pertumbuhan persentase kemiskinan turun 4,17 persen, penurunan lebih kecil dibanding Jembrana.
Kabupaten Buleleng
Rank seindonesia 426, posisi kemiskinan lebih buruk dari Jembrana. Persentase kemiskinan 5,39 persen, jumlah penduduk miskin 36.550 orang (terbanyak di Bali). Jumlah penduduk 826.193 jiwa, sedikit turun 0,49 persen. Garis kemiskinan Rp570,13 ribu per kapita per bulan, naik 6,12 persen. Pendapatan per kapita Rp50,80 juta per tahun, naik 7,14 persen. Pertumbuhan persentase kemiskinan turun 7,86 persen, penurunan lebih kecil dari Jembrana.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Pasaman Periode 2004 - 2024)
Kota Denpasar
Rank seindonesia 507, posisi kemiskinan terbaik di Bali. Persentase kemiskinan hanya 2,59 persen, jumlah penduduk miskin 27.270 orang. Jumlah penduduk 670.210 jiwa, naik sedikit 1,4 persen. Garis kemiskinan Rp820,51 ribu per kapita per bulan, naik 5,44 persen. Pendapatan per kapita Rp86,43 juta per tahun, naik 7,62 persen. Pertumbuhan persentase kemiskinan turun 3,36 persen, penurunan lebih kecil dibanding Jembrana.
Kabupaten Gianyar
Rank seindonesia 483, posisi kemiskinan lebih baik dari Jembrana. Persentase kemiskinan 4 persen, jumlah penduduk miskin 21.450 orang. Jumlah penduduk 507.746 jiwa, naik sedikit 0,83 persen. Garis kemiskinan Rp500,80 ribu per kapita per bulan, naik 6,94 persen. Pendapatan per kapita Rp62,69 juta per tahun, naik 7,61 persen. Pertumbuhan persentase kemiskinan turun 10,51 persen, penurunan lebih besar dari Jembrana.
Kabupaten Klungkung
Rank seindonesia 430, posisi kemiskinan lebih buruk dari Jembrana. Persentase kemiskinan 5,3 persen, jumlah penduduk miskin 9,680 orang (terkecil di Bali). Jumlah penduduk 222.763 jiwa, naik sedikit 1,03 persen. Garis kemiskinan Rp411,01 ribu per kapita per bulan, naik 6,76 persen. Pendapatan per kapita Rp52,63 juta per tahun, naik 9,05 persen. Pertumbuhan persentase kemiskinan turun 5,28 persen, penurunan lebih kecil dari Jembrana.
Kabupaten Tabanan
Rank seindonesia 464, posisi kemiskinan lebih baik dari Jembrana. Persentase kemiskinan 4,4 persen, jumlah penduduk miskin 20.160 orang. Jumlah penduduk 476.472 jiwa, naik sedikit 1,09 persen. Garis kemiskinan Rp601,96 ribu per kapita per bulan, naik 6,96 persen. Pendapatan per kapita Rp59,12 juta per tahun, naik 7,94 persen. Pertumbuhan persentase kemiskinan turun 5,88 persen, penurunan lebih kecil dari Jembrana.