Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data persentase kemiskinan Kabupaten Sukoharjo tahun 2025 sebesar 6,83 persen. Angka ini turun 0,64 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan penurunan pertumbuhan sebesar 8,57 persen. Jumlah penduduk miskin wilayah ini tercatat 62.660 jiwa, berkurang 5.490 jiwa dari periode sebelumnya.
Sepanjang periode 2004 sampai 2025, persentase kemiskinan wilayah ini sempat mencapai nilai tertinggi 15,63 persen pada tahun 2006. Nilai terendah tercatat pada tahun 2025 ini. Pertumbuhan angka kemiskinan tertinggi terjadi tahun 2006 sebesar 14,34 persen, sedangkan penurunan terbesar terjadi tahun 2018 sebesar 15,31 persen.
(Baca: PDRB ADHB per Kapita Kota Sawahlunto Rp.78,03 Juta Data per 2025)
Saat ini Kabupaten Sukoharjo menempati urutan 334 dari 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia untuk indikator persentase kemiskinan. Sepanjang catatan historis, peringkat wilayah ini sempat berada di urutan 240 pada tahun 2004, lalu secara bertahap bergeser hingga posisi saat ini.
Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir wilayah ini berada di angka 7,29 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir sebesar 7,71 persen. Hal menunjukkan angka kemiskinan tahun 2025 berada di bawah rata-rata kedua periode tersebut. Peringkat nasional wilayah ini bergeser 7 posisi lebih rendah dibandingkan 5 tahun lalu.
Kabupaten Kudus
Wilayah ini menempati urutan 348 secara nasional untuk persentase kemiskinan, dengan nilai tercatat 6,59 persen. Jumlah penduduk miskin tercatat 60.370 jiwa dengan penurunan sebesar 8,1 persen. Garis kemiskinan berada di angka 576,20 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat sebesar 148,38 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Semarang
Peringkat 361 secara nasional, persentase kemiskinan tercatat 6,30 persen dengan penurunan pertumbuhan sebesar 9,48 persen. Terdapat 70.290 jiwa penduduk miskin di wilayah ini. Garis kemiskinan mencapai 558,50 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat tercatat 64,08 juta rupiah per tahun.
(Baca: Statistik Persentase Penduduk Miskin di Kota Samarinda 2016-2025)
Kota Surakarta
Berada di urutan 298 secara nasional, persentase kemiskinan wilayah ini sebesar 7,69 persen dengan penurunan sebesar 7,46 persen. Jumlah penduduk miskin tercatat 40.080 jiwa. Garis kemiskinan mencapai 678,32 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 130,02 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Tegal
Menempati urutan 370 secara nasional, persentase kemiskinan tercatat 6,16 persen dengan penurunan sebesar 9,54 persen. Jumlah penduduk miskin di wilayah ini mencapai 88.700 jiwa. Garis kemiskinan tercatat 516,93 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat sebesar 30,35 juta rupiah per tahun.
Kota Tegal
Peringkat 312 secara nasional, persentase kemiskinan wilayah ini sebesar 7,28 persen dengan penurunan sebesar 4,71 persen. Jumlah penduduk miskin tercatat 18.270 jiwa. Garis kemiskinan mencapai 702,11 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat tercatat 77,03 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Temanggung
Berada di urutan 296 secara nasional, persentase kemiskinan wilayah ini sebesar 7,78 persen dengan penurunan sebesar 10,27 persen. Jumlah penduduk miskin tercatat 62.050 jiwa. Garis kemiskinan tercatat 443,09 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 38,00 juta rupiah per tahun.