Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Lima Puluh Kota Naik 3,53% dalam 5 Tahun Terakhir

1
Irfan Fadhlurrahman 29/08/2025 08:43 WIB
Image Loader
Memuat...
Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Kabupaten Lima Puluh Kota Provinsi Sumatera Barat (2017-2024)
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat mencapai 8,83% pada 2024.

Angka tersebut naik 1,98% dari tahun sebelumnya sebesar 6,85%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir naik 3,53%.

Rata-rata PoU Indonesia sebesar 8,27% pada 2024. Berarti, PoU di Kabupaten Lima Puluh Kota lebih tinggi dibanding rata-rata nasional.

Menurut Badan Pangan Nasional (Bapanas), PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.

Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.

Ini artinya, penduduk di Kabupaten Lima Puluh Kota yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 8,83% dari total penduduk.

Dibanding 18 kabupaten/kota lain di Provinsi Sumatera Barat, PoU di Kabupaten Lima Puluh Kota ada di urutan ke-14. Wilayah dengan PoU terendah (urutan teratas) yakni Kota Padang Panjang (5,33%) dan tertinggi (urutan terakhir) yakni Kabupaten Solok Selatan (10,95%).

Berikut ini daftar PoU terendah di 10 kabupaten/kota Provinsi Sumatera Barat pada 2024.

  1. Kota Padang Panjang: 5,33%
  2. Kota Pariaman: 7,3%
  3. Kota Bukit Tinggi: 7,35%
  4. Kabupaten Dharmasraya: 7,51%
  5. Kota Solok: 7,89%
  6. Kota Payakumbuh: 8,17%
  7. Kota Sawahlunto: 8,19%
  8. Kabupaten Pasaman Barat: 8,55%
  9. Kota Padang: 8,57%
  10. Kabupaten Sawahlunto/sijunjung: 8,67%

(Baca: Pulau Jawa Punya Penduduk Miskin Terbanyak Nasional pada Maret 2025)

Data Populer

Loading...