Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat PDRB ADHB Sektor Asuransi dan Dana Pensiun Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada tahun 2024 sebesar Rp 71,97 miliar. Data historis menunjukkan pertumbuhan yang fluktuatif. Pada tahun 2023, PDRB tercatat Rp 69,91 miliar, sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, pada tahun 2024 kembali meningkat.
Secara umum, pertumbuhan PDRB sektor ini di Kepulauan Bangka Belitung mengalami peningkatan dari tahun 2010 hingga 2024, meski dengan laju yang bervariasi. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada tahun 2011 sebesar 18,52%, sementara penurunan terbesar terjadi pada tahun 2020 turun 2,99%. Rata-rata pertumbuhan selama lima tahun terakhir (2020-2024) menunjukkan angka positif, mengindikasikan sektor ini tetap memberikan kontribusi pada perekonomian daerah.
(Baca: PDRB ADHB di Kabupaten Rote Ndao Menurut Sektor pada 2024)
Dibandingkan dengan rata-rata tiga tahun sebelumnya, PDRB tahun 2024 mengalami peningkatan. Meskipun sempat terjadi penurunan pada tahun 2020, sektor ini menunjukkan resiliensi dengan kembali tumbuh pada tahun-tahun berikutnya. Hal ini mengindikasikan bahwa sektor asuransi dan dana pensiun di Kepulauan Bangka Belitung memiliki potensi untuk terus berkembang di masa depan.
Pada tahun 2024, Kepulauan Bangka Belitung menduduki peringkat ke-8 di Pulau Sumatera dalam kontribusi PDRB sektor asuransi dan dana pensiun. Secara nasional, provinsi ini berada di peringkat ke-27. Nilai PDRB Kepulauan Bangka Belitung lebih tinggi dibandingkan Gorontalo, namun masih di bawah Aceh.
Kenaikan PDRB tertinggi terjadi pada tahun 2011 dengan pertumbuhan 18.52%, menunjukkan adanya perkembangan signifikan pada sektor asuransi dan dana pensiun. Sebaliknya, penurunan terendah terjadi pada tahun 2020 turun 2.99%. Anomali ini dapat dikaitkan dengan kondisi ekonomi global yang terpengaruh pandemi Covid-19, yang berdampak pada berbagai sektor termasuk asuransi dan dana pensiun.
Sulawesi Utara
Sulawesi Utara mencatatkan PDRB ADHB Sektor Asuransi dan Dana Pensiun sebesar Rp 251,08 miliar, menduduki peringkat ke-2 di Pulau Sulawesi. Pertumbuhan mencapai 6.3%, menunjukkan kontribusi signifikan sektor ini terhadap ekonomi daerah. Meskipun pertumbuhan positif, posisi ini perlu terus dipertahankan mengingat ketatnya persaingan di tingkat regional dan nasional.
(Baca: Jumlah Sekolah SMA di Kalimantan Timur 2018 - 2024)
Maluku Utara
Maluku Utara menempati urutan ke-2 di wilayah Maluku dengan nilai PDRB Rp 116,59 miliar. Pertumbuhan sebesar 7.25% menandakan perkembangan yang menjanjikan. Dengan pertumbuhan ini, diharapkan Maluku Utara dapat terus meningkatkan kontribusinya dalam sektor asuransi dan dana pensiun di wilayah timur Indonesia.
Sulawesi Tengah
Sulawesi Tengah mencatatkan PDRB sebesar Rp 109,12 miliar, menempatkannya di urutan ke-3 di Pulau Sulawesi. Pertumbuhan sektor ini mencapai 6.78%, menunjukkan kontribusi yang stabil terhadap perekonomian daerah. Peningkatan investasi dan perluasan jangkauan layanan asuransi dan dana pensiun dapat menjadi strategi untuk meningkatkan PDRB sektor ini di masa depan.
Aceh
Aceh memiliki PDRB sektor Asuransi dan Dana Pensiun sebesar Rp 66,77 miliar, menduduki peringkat ke-9 di Pulau Sumatera. Pertumbuhan sebesar 7.45% menunjukkan perkembangan positif meskipun berada di peringkat bawah dalam pulau Sumatera. Peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya asuransi dan dana pensiun dapat mendorong pertumbuhan sektor ini lebih lanjut.
Gorontalo
Gorontalo dengan PDRB Rp 37,4 miliar, berada di peringkat ke-4 di Pulau Sulawesi. Pertumbuhan sektor ini mencapai 8.16%. Pertumbuhan ini menunjukkan potensi sektor asuransi dan dana pensiun di Gorontalo, meskipun dengan nilai yang masih relatif kecil dibandingkan provinsi lain di Sulawesi.
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tenggara mencatatkan PDRB sebesar Rp 26,64 miliar, menduduki peringkat ke-5 di Pulau Sulawesi. Dengan pertumbuhan sebesar 1.99%, provinsi ini menunjukkan bahwa sektor ini masih memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut melalui inovasi produk dan peningkatan kualitas layanan.