Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan Kota Tasikmalaya tahun 2024, menunjukkan persentase penduduk miskin turun sedikit dari 11,53 persen (2023) menjadi 11,1 persen. Jumlah penduduk miskin juga turun sedikit sebesar 2.660 orang, dari 79.370 orang menjadi 76.710 orang. Sementara itu, jumlah penduduk naik sedikit sebesar 8.534 orang, dari 752.546 jiwa menjadi 761.080 jiwa.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Ketapang | 2004 - 2024)
Data historis kemiskinan Kota Tasikmalaya periode 2004-2024 menunjukkan persentase kemiskinan tertinggi pada 2008 sebesar 26,08 persen dan terendah pada 2004 sebesar 8,48 persen. Pertumbuhan kemiskinan tertinggi terjadi pada 2008 dengan 180,43 persen, dan terendah pada 2009 dengan -9,7 persen. Rata-rata 3 tahun terakhir (2022-2024) adalah 11,78 persen, lebih rendah dibanding rata-rata 5 tahun terakhir (2020-2024) sebesar 12,09 persen.
Kota Tasikmalaya berada di urutan 201 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan tahun 2024. Dibandingkan dengan 5 kabupaten sekitar di Jawa Barat, persentase kemiskinannya berada di posisi ketiga, di bawah Kabupaten Indramayu (11,93 persen) dan Kabupaten Kuningan (11,88 persen), namun di atas Kabupaten Cirebon (11 persen) dan Kabupaten Majalengka (10,82 persen).
Kabupaten Cirebon
Persentase kemiskinan sebesar 11 persen, dengan jumlah penduduk miskin 245.920 orang. Pendapatan per kapita masyarakat adalah Rp 28,14 juta per tahun, sedangkan garis kemiskinan ditetapkan sebesar Rp 475,05 ribu per kapita per bulan. Pertumbuhan jumlah penduduk miskin turun sedikit turun 1,31 persen, dan jumlah penduduk keseluruhan mencapai 2.452.563 jiwa, dengan urutan rank se-Indonesia ke-5 untuk jumlah penduduk miskin.
Kabupaten Indramayu
(Baca: Desember 2025, Garis Kemiskinan Makanan dan Nonmakanan di Lampung Rp.612,45 Ribu /Kapita/Bulan)
Persentase kemiskinan sebesar 11,93 persen, menjadi yang tertinggi di antara kelima kabupaten sekitar. Jumlah penduduk miskin mencapai 212.140 orang, dengan pertumbuhan turun sedikit turun 1,21 persen. Pendapatan per kapita masyarakat adalah Rp 55,17 juta per tahun, garis kemiskinan Rp 560,16 ribu per kapita per bulan. Jumlah penduduk keseluruhan 1.947.720 jiwa, dan rank se-Indonesia untuk jumlah penduduk miskin ke-11.
Kabupaten Kuningan
Persentase kemiskinan sebesar 11,88 persen, dengan jumlah penduduk miskin 131.830 orang. Pertumbuhan jumlah penduduk miskin turun sedikit turun 1,53 persen. Pendapatan per kapita masyarakat adalah Rp 29,27 juta per tahun, garis kemiskinan Rp 420,87 ribu per kapita per bulan. Jumlah penduduk keseluruhan 1.235.854 jiwa, dengan rank se-Indonesia untuk jumlah penduduk miskin ke-44.
Kabupaten Majalengka
Persentase kemiskinan sebesar 10,82 persen, menjadi terendah di antara kelima kabupaten sekitar. Jumlah penduduk miskin mencapai 134.580 orang, dengan pertumbuhan turun sedikit turun 3 persen. Pendapatan per kapita masyarakat adalah Rp 34,23 juta per tahun, garis kemiskinan Rp 547,91 ribu per kapita per bulan. Jumlah penduduk keseluruhan 1.364.891 jiwa, dan rank se-Indonesia untuk jumlah penduduk miskin ke-42.
Kabupaten Bandung Barat
Persentase kemiskinan sebesar 10,49 persen, dengan jumlah penduduk miskin 179.700 orang. Pertumbuhan jumlah penduduk miskin naik sedikit sebesar 0,15 persen. Pendapatan per kapita masyarakat adalah Rp 32,50 juta per tahun, garis kemiskinan Rp 455,33 ribu per kapita per bulan. Jumlah penduduk keseluruhan 1.878.507 jiwa, dan rank se-Indonesia untuk jumlah penduduk miskin ke-24.