Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur tahun 2025. Persentase penduduk miskin tercatat 13,52 persen, turun sedikit 0,40 persen dibanding tahun sebelumnya dengan pertumbuhan minus 2,87 persen. Jumlah penduduk wilayah ini tercatat 207.393 jiwa, dengan jumlah penduduk miskin sebesar 28.050 jiwa.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Brebes | 2004 - 2025)
Sepanjang periode 2015 sampai 2025, persentase kemiskinan Kabupaten Malaka pernah mencatat nilai tertinggi pada 2015 sebesar 17,28 persen, dan terendah pada tahun 2025 ini. Satu-satunya kenaikan persentase kemiskinan terjadi pada tahun 2021 sebesar 1,81 persen, sedangkan penurunan terbesar terjadi tahun 2022 sebesar 6,55 persen.
Ranking nasional Kabupaten Malaka untuk indikator persentase kemiskinan berada di urutan 109 dari total 514 kabupaten kota seluruh Indonesia. Posisi ini berpindah naik turun sepanjang dekade terakhir, sempat menempati urutan 123 pada tahun 2024 sebelum kembali membaik pada tahun ini.
Kabupaten Belu
Berada pada ranking 128 nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatat angka 12,79 persen dengan penurunan sebesar 7,72 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 30.400 jiwa dari total 237.715 jiwa penduduk. Garis kemiskinan ditetapkan sebesar 490,90 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 26,77 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Manggarai Barat
Ranking 73 nasional untuk indikator persentase penduduk miskin, dengan nilai tercatat 16,09 persen dan mengalami penurunan 3,88 persen pada periode terakhir. Jumlah penduduk miskin di wilayah ini mencapai 49.550 jiwa dari total 308.035 jiwa penduduk. Garis kemiskinan sebesar 477,23 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita tercatat 17,76 juta rupiah per tahun.
(Baca: PDRB ADHB per Kapita Kabupaten Kepulauan Seribu Rp.256,17 Juta Data per 2025)
Kabupaten Manggarai
Menduduki peringkat 58 nasional untuk persentase kemiskinan dengan angka 18,10 persen, mengalami penurunan 4,79 persen tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin mencapai 65.810 jiwa dari total 363.515 jiwa penduduk keseluruhan wilayah. Garis kemiskinan sebesar 472,89 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat tercatat 18,76 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Nagekeo
Berada pada ranking 143 nasional, persentase penduduk miskin tercatat 12,18 persen dengan penurunan 0,98 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin sebesar 18.630 jiwa dari total 152.940 jiwa penduduk. Garis kemiskinan ditetapkan sebesar 516,14 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 17,88 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Sikka
Menduduki peringkat 162 nasional untuk persentase kemiskinan dengan nilai 11,25 persen, mengalami penurunan 5,38 persen pada periode terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 36.740 jiwa dari total 326.571 jiwa penduduk. Garis kemiskinan sebesar 447,47 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita mencapai 21,14 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Alor
Ranking 56 nasional untuk indikator persentase penduduk miskin, dengan angka tercatat 18,29 persen dan mengalami penurunan sebesar 7,95 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin mencapai 38.680 jiwa dari total 211.527 jiwa penduduk. Garis kemiskinan sebesar 464,87 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat tercatat 18,78 juta rupiah per tahun.