Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data persentase kemiskinan Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur semester 2025 sebesar 13,52 persen. Angka ini turun sedikit 0,40 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan jumlah penduduk miskin tercatat 28.050 jiwa atau berkurang 490 jiwa dari periode 2024.
(Baca: Jumlah Penduduk Bekerja di Kota Cirebon 175,37 Ribu dan Angka Pengangguran 6,41%)
Selama periode 2015 sampai 2025, persentase kemiskinan wilayah ini tercatat tertinggi pada tahun 2015 di angka 17,28 persen, dan terendah pada tahun 2025. Satu satunya kenaikan persentase kemiskinan terjadi pada tahun 2021 sebesar 1,81 persen, selebihnya seluruh tahun menunjukkan angka penurunan.
Ranking persentase kemiskinan Kabupaten Malaka secara nasional berada di urutan 109 dari 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia. Pada periode 5 tahun terakhir, ranking wilayah ini sempat berada di posisi 123 pada tahun 2024, sebelum kembali membaik 14 peringkat pada data 2025.
Kabupaten Belu
Berada di peringkat 128 secara nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatatkan angka 12,79 persen dengan penurunan sebesar 7,72 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 30.400 jiwa, garis kemiskinan sebesar 490,90 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita mencapai 26,77 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Manggarai Barat
Peringkat 73 nasional, persentase kemiskinan tercatat 16,09 persen dengan penurunan 3,88 persen pada periode terbaru. Terdapat 49.550 jiwa penduduk miskin, garis kemiskinan berada di angka 477,23 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat tercatat 17,76 juta rupiah per tahun.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Siak | 2004 - 2025)
Kabupaten Manggarai
Menduduki peringkat 58 secara nasional, persentase kemiskinan wilayah ini sebesar 18,10 persen dengan penurunan 4,79 persen tahun lalu. Jumlah penduduk miskin mencapai 65.810 jiwa, garis kemiskinan 472,89 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita tercatat 18,76 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Nagekeo
Pada peringkat 143 nasional, persentase kemiskinan tercatat 12,18 persen dengan hanya penurunan sedikit 0,98 persen pada tahun terakhir. Terdapat 18.630 jiwa penduduk miskin, garis kemiskinan sebesar 516,14 ribu rupiah per kapita per bulan, pendapatan per kapita masyarakat tercatat 17,88 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Sikka
Peringkat 162 secara nasional, persentase kemiskinan wilayah ini sebesar 11,25 persen dengan penurunan 5,38 persen pada periode terbaru. Jumlah penduduk miskin mencapai 36.740 jiwa, garis kemiskinan 447,47 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita tercatat 21,14 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Alor
Menduduki peringkat 56 secara nasional, persentase kemiskinan wilayah ini sebesar 18,29 persen dengan penurunan 7,95 persen tahun lalu. Jumlah penduduk miskin mencapai 38.680 jiwa, garis kemiskinan 464,87 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita tercatat 18,78 juta rupiah per tahun.