Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data persentase kemiskinan Kabupaten Siak tahun 2025 sebesar 4,40 persen. Angka ini turun sebesar 0,68 persen dari tahun sebelumnya yang tercatat 5,08 persen, dengan penurunan pertumbuhan sebesar 13,39 persen. Jumlah penduduk miskin di wilayah ini saat ini tercatat 23.500 jiwa, berkurang 3.220 jiwa dibandingkan tahun 2024.
(Baca: 0,00151% Penduduk di Kabupaten Belitung Timur Beragama Hindu)
Selama periode 2004 hingga 2025, persentase kemiskinan Kabupaten Siak pernah mencapai titik tertinggi sebesar 9,62 persen pada tahun 2004. Angka terendah tercatat pada tahun 2025 ini. Selama 21 tahun pengamatan, terjadi fluktuasi naik turun angka kemiskinan, dengan penurunan terbesar terjadi pada tahun 2025 ini sebesar 13,39 persen, sementara kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2006 sebesar 28,48 persen.
Dari seluruh kabupaten kota di Indonesia, Kabupaten Siak saat ini menempati urutan 456 untuk persentase kemiskinan. Posisi ini bergeser turun sebanyak 17 peringkat dibandingkan posisi tahun 2024 yang berada di urutan 439 se-Indonesia. Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir sebesar 4,90 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir sebesar 4,99 persen.
Kabupaten Bengkalis
Wilayah ini menempati peringkat 377 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan dengan angka 6,08 persen, sedikit turun 4,40 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Tercatat 35.110 jiwa penduduk hidup dibawah garis kemiskinan, garis kemiskinan ditetapkan sebesar 764,54 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 292,06 juta rupiah per tahun, menempati peringkat 14 nasional dengan penurunan sedikit 1,63 persen pada tahun berjalan.
Kota Dumai
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Kep. Siau Tagulandang Biaro | 2007 - 2025)
Peringkat 502 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan tercatat di wilayah ini dengan angka 3,08 persen, sedikit turun 1,91 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Tercatat 9.920 jiwa penduduk hidup dibawah garis kemiskinan, garis kemiskinan ditetapkan sebesar 654,14 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 171,17 juta rupiah per tahun, mengalami kenaikan 8,23 persen pada tahun berjalan.
Kabupaten Indragiri Hilir
Wilayah ini menempati peringkat 429 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan dengan angka 4,95 persen, turun 12,54 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Tercatat 35.970 jiwa penduduk hidup dibawah garis kemiskinan, garis kemiskinan ditetapkan sebesar 642,77 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 151,24 juta rupiah per tahun, mengalami kenaikan 9,05 persen, menjadi kenaikan tertinggi diantara seluruh wilayah perbandingan di Provinsi Riau.
Kabupaten Indragiri Hulu
Peringkat 394 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan tercatat di wilayah ini dengan angka 5,83 persen, sedikit turun 3,16 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Tercatat 26.880 jiwa penduduk hidup dibawah garis kemiskinan, garis kemiskinan ditetapkan sebesar 673,97 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 138,34 juta rupiah per tahun, mengalami kenaikan 7,14 persen pada tahun berjalan.
Kota Pekanbaru
Wilayah ini menempati peringkat 498 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan dengan angka 3,19 persen, mengalami kenaikan sedikit 1,27 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Tercatat 39.160 jiwa penduduk hidup dibawah garis kemiskinan, garis kemiskinan ditetapkan sebesar 767,40 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 178,02 juta rupiah per tahun, mengalami kenaikan 6,69 persen pada tahun berjalan.