Gunung Marapi Erupsi pada Kamis Pagi, Statusnya Waspada
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali erupsi pada Kamis (26/3/2026) pukul 08.28 WIB. Dalam sepekan terakhir, Gunung Marapi sudah erupsi 3 kali.
Berdasarkan informasi letusan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui aplikasi MAGMA Indonesia, tinggi kolom abu teramati sekitar None meter di atas puncak (None meter di atas permukaan laut).
Visual letusan tidak teramati. Erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi 27 detik.
(Baca: Waspada, Kualitas Udara Jakarta Pagi Ini Terburuk Dunia (Kamis, 15 Juni 2023))
Menurut laporan aktivitas gunung api MAGMA Indonesia, tingkat aktivitas Gunung Marapi di Level II (Waspada). Pengamatan kegempaan pada 26 Maret 2026 pukul 00.00-23.59 WIB menunjukkan terjadi 1 kali gempa hembusan dengan amplitudo 2,5 milimeter dan lama gempa 43 detik.
Kemudian, 2 kali tremor non-harmonik dengan amplitudo 2,5-2,7 milimeter dan lama gempa 69-102 detik serta 2 kali gempa low frequency dengan amplitudo 2,5-2,6 milimeter dan lama gempa 24-39 detik.
PVMBG menghimbau masyarakat di sekitar Gunung Marapi dan pengunjung/wisatawan dan pendaki tidak diperbolehkan memasuki dan melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 3 kilometer dari pusat aktivitas (Kawah Verbeek) Gunung Marapi.
Selama tahun 2026, MAGMA Indonesia telah merekam 1.150 letusan/erupsi gunung api di seluruh Indonesia. Gunung Semeru di Jawa Timur paling banyak erupsi (622 kali letusan) sedangkan Gunung Marapi erupsi 31 kali.
(Baca: Chad Jadi Negara dengan Kualitas Udara Terburuk di Dunia 2024)