Waspada! Malam Ini Gunung Ili Lewotolok Kembali Erupsi (Sabtu, 17 Januari 2026)
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Gunung Ili Lewotolok di Nusa Tenggara Timur kembali erupsi pada Sabtu (17/1/2026) pukul 19.45 WITA. Dalam sepekan terakhir, Gunung Ili Lewotolok sudah erupsi 4 kali.
Berdasarkan informasi letusan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui aplikasi MAGMA Indonesia, tinggi kolom abu teramati sekitar 300 meter di atas puncak (1.723 meter di atas permukaan laut).
Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur. Erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 33,5 milimeter dan durasi 60 detik.
(Baca: Lima Gempa Bumi Terakhir yang Tercatat di BMKG (Sabtu, 19 Juli 2025 18:25:55 WIB))
Menurut laporan aktivitas gunung api MAGMA Indonesia, tingkat aktivitas Gunung Ili Lewotolok di Level II (Waspada). Pengamatan kegempaan pada 17 Januari 2026 pukul 00.00-23.59 WITA menunjukkan terjadi 277 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo 16,4-34,7 milimeter dan lama gempa 33-100 detik.
Kemudian, 1 kali gempa guguran dengan amplitudo 6,5 mm dan lama gempa 91 detik serta 518 kali gempa hembusan dengan amplitudo 5,6-18,2 milimeter dan lama gempa 51-56 detik.
PVMBG menghimbau masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah radius 2 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Ili Lewotolok, serta sektoral selatan-tenggara dan barat sejauh 2,5 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Ili Lewotolok.
Selama tahun 2026, MAGMA Indonesia telah merekam 242 letusan/erupsi gunung api di seluruh Indonesia. Gunung Semeru di Jawa Timur paling banyak erupsi (134 kali letusan) sedangkan Gunung Ili Lewotolok erupsi 11 kali.
(Baca: Inilah 10 Gempa Bumi Terbesar Sepanjang Sejarah, Dua di Antaranya dari Indonesia)