Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase penduduk miskin Kabupaten Barito Kuala Kalimantan Selatan tahun 2025 sebesar 4,31 persen. Angka ini sedikit turun dibanding tahun sebelumnya yang tercatat 4,36 persen, dengan penurunan pertumbuhan sebesar 1,15 persen. Jumlah penduduk miskin di wilayah ini tercatat 13.970 jiwa, turun 70 jiwa dari catatan tahun sebelumnya.
(Baca: Ekspor Produk Nabati Tertinggi Ada di Jawa Timur pada 2023)
Sepanjang periode 2004 hingga 2025, persentase kemiskinan di kabupaten ini pernah mencapai titik tertinggi pada tahun 2006 sebesar 9,07 persen. Angka terendah tercatat pada tahun 2025. Pertumbuhan angka kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2006 sebesar 27,75 persen, sedangkan penurunan terbesar terjadi pada tahun 2009 sebesar 21,87 persen.
Posisi ranking persentase kemiskinan Kabupaten Barito Kuala secara nasional tahun 2025 berada di urutan 464 dari total 514 kabupaten/kota di Indonesia. Selama 21 tahun pengamatan, peringkat nasional wilayah ini pernah berada di posisi terbaik 469 pada tahun 2018, dan posisi terendah 372 pada tahun 2004 serta 2006.
Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir wilayah ini tercatat 4,42 persen, lebih rendah dibanding rata-rata 5 tahun terakhir yang mencapai 4,58 persen. Secara bertahap selama 5 tahun terakhir, angka kemiskinan di kabupaten ini selalu menunjukkan pergerakan turun setiap periode semester pencatatan.
Kota Banjar Baru
Berada di urutan 491 secara nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatat angka 3,44 persen dengan penurunan sebesar 9,23 persen tahun lalu. Jumlah penduduk miskin tercatat 10.270 jiwa. Garis kemiskinan di wilayah ini mencapai 814,29 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita sebesar 55,62 juta rupiah per tahun.
Kota Banjarmasin
Peringkat 448 nasional untuk angka kemiskinan, wilayah ini memiliki persentase 4,52 persen dengan sedikit penurunan 1,31 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 33.160 jiwa, menjadi jumlah tertinggi di antara kelompok wilayah perbandingan ini. Garis kemiskinan tercatat 752,09 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita 73,75 juta rupiah per tahun.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan di Papua Pegunungan 2025)
Kabupaten Hulu Sungai Selatan
Menduduki peringkat 500 secara nasional, wilayah ini memiliki persentase kemiskinan 3,12 persen dengan penurunan 7,69 persen tahun lalu. Jumlah penduduk miskin tercatat 7.550 jiwa. Garis kemiskinan berada di angka 598,55 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita tercatat 43,97 juta rupiah per tahun, menjadi yang terendah di kelompok ini.
Kabupaten Kota Baru
Pada urutan 458 nasional, persentase kemiskinan tercatat 4,39 persen dengan sedikit penurunan 1,35 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 15.890 jiwa. Garis kemiskinan wilayah ini sebesar 603,60 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita mencapai 115,05 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Tanah Bumbu
Berada di peringkat 499 secara nasional, wilayah ini mencatat persentase kemiskinan 3,13 persen dengan penurunan 8,21 persen tahun lalu. Jumlah penduduk miskin tercatat 13.810 jiwa. Garis kemiskinan tercatat 660,03 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 110,38 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Balangan
Menduduki urutan 444 secara nasional untuk indikator persentase kemiskinan, wilayah ini mencatat angka 4,64 persen dengan penurunan 4,72 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 6.420 jiwa. Garis kemiskinan di wilayah ini sebesar 544,17 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita mencapai 163,76 juta rupiah per tahun.