Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat PDRB ADHK Sektor Jasa Pertanian dan Perburuan Provinsi Maluku Utara pada akhir tahun 2025 mencapai 54,94 Rp miliar. Selama 16 tahun periode pengamatan sejak 2010, sektor ini tidak pernah mengalami penurunan nilai, dengan total kenaikan keseluruhan sebesar 89,45 persen. Sepanjang riwayat data, terjadi pertumbuhan konsisten setiap tahun, dengan rata-rata pertumbuhan tahunan sebesar 4,35 persen.
(Baca: Persentase Pengangguran 2025 di Kota Padang Sidimpuan Tujuh Persen)
Pada tahun 2025, sektor ini mencatat pertumbuhan sebesar 3,25 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai pertumbuhan ini berada sedikit di atas rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir sebesar 3,07 persen, namun masih lebih rendah dibanding rata-rata 5 tahun terakhir yang mencapai 3,62 persen. Kenaikan tertinggi dalam sejarah data terjadi pada tahun 2016 dengan pertumbuhan 8,57 persen, sedangkan kenaikan terendah tercatat pada tahun 2024 dengan hanya 1,64 persen.
Selama seluruh periode pengamatan, posisi ranking Maluku Utara di wilayah Pulau Maluku secara konsisten menempati peringkat 2. Sementara ranking nasional perlahan membaik, dari posisi 32 pada tahun 2010 menjadi peringkat 31 secara nasional sejak tahun 2019 sampai dengan 2025. Nilai PDRB sektor ini pada tahun 2025 juga tercatat berada di atas nilai rata-rata seluruh periode pengamatan.
Pada tahun terakhir pengukuran, nilai PDRB Maluku Utara sebesar 54,94 Rp miliar berada di atas 3 provinsi lain dalam daftar perbandingan yaitu Papua, Kepulauan Riau dan Papua Pegunungan. Maluku juga mencatatkan nilai lebih tinggi yaitu 76,39 Rp miliar dan menempati peringkat pertama wilayah Pulau Maluku, sementara Kalimantan Utara mencatatkan nilai 72,81 Rp miliar dengan pertumbuhan 1,92 persen.
Maluku
Provinsi Maluku menempati peringkat 1 di wilayah Pulau Maluku dan peringkat 28 secara nasional untuk indikator ini pada tahun 2025, dengan nilai PDRB tercatat 76,39 Rp miliar. Sektor ini tumbuh sebesar 3,17 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan selisih kenaikan nilai sebesar 2,35 Rp miliar. Nilai ini menjadikan Maluku sebagai provinsi dengan nilai tertinggi di seluruh wilayah bagian timur Indonesia untuk sektor jasa pertanian dan perburuan pada periode pengukuran terakhir.
Kalimantan Utara
Kalimantan Utara tercatat menempati peringkat 5 di wilayah Pulau Kalimantan dan peringkat 29 secara nasional, dengan nilai PDRB sektor ini mencapai 72,81 Rp miliar pada tahun 2025. Pertumbuhan tahunan sebesar 1,92 persen merupakan salah satu pertumbuhan terendah dibandingkan seluruh provinsi dalam daftar perbandingan, dengan selisih kenaikan nilai hanya sebesar 1,37 Rp miliar dibandingkan tahun sebelumnya. Walaupun pertumbuhan melambat, nilai absolut provinsi ini masih berada di atas mayoritas provinsi wilayah timur.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Aceh Singkil | 2004 - 2025)
Papua Selatan
Papua Selatan menempati posisi pertama ranking wilayah Pulau Papua dan peringkat 30 secara nasional, dengan nilai PDRB tercatat 61,82 Rp miliar pada akhir 2025. Sektor ini tumbuh sebesar 3,83 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan selisih kenaikan nilai sebesar 2,28 Rp miliar. Pertumbuhan ini merupakan salah satu yang tertinggi dibandingkan provinsi lain dalam kelompok perbandingan, menjadikan Papua Selatan sebagai salah satu wilayah dengan perkembangan sektor jasa pertanian tercepat pada periode terakhir.
Papua
Provinsi Papua menempati peringkat 2 di wilayah Pulau Papua dan peringkat 32 secara nasional untuk indikator ini, dengan nilai PDRB tercatat 41,96 Rp miliar pada tahun 2025. Sektor ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 4,09 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan selisih kenaikan nilai sebesar 1,65 Rp miliar. Nilai pertumbuhan ini menjadi yang tertinggi diantara seluruh provinsi yang tercatat dalam daftar perbandingan untuk periode pengukuran tahun 2025.
Kep. Riau
Kepulauan Riau menempati peringkat 10 di wilayah Pulau Sumatera dan peringkat 33 secara nasional, dengan nilai PDRB sektor jasa pertanian dan perburuan mencapai 33,77 Rp miliar pada tahun 2025. Sektor ini tumbuh sebesar 2,64 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan selisih kenaikan nilai sebesar 0,87 Rp miliar. Nilai absolut provinsi ini berada di urutan kedua terendah dalam kelompok perbandingan provinsi yang diukur pada periode akhir.
Papua Pegunungan
Papua Pegunungan menempati peringkat 3 di wilayah Pulau Papua dan peringkat 34 secara nasional, dengan nilai PDRB sektor ini tercatat 27,83 Rp miliar pada akhir tahun 2025. Sektor ini tumbuh sebesar 3,73 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan selisih kenaikan nilai sebesar 1 Rp miliar. Nilai ini menjadikan Papua Pegunungan sebagai provinsi dengan nilai PDRB terendah untuk sektor ini diantara seluruh wilayah yang tercatat dalam daftar perbandingan.