Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan tahun 2024 untuk Kabupaten Deiyai, Papua Tengah. Persentase penduduk miskin kabupaten ini naik menjadi 39,01 persen, sedikit meningkat dari 38,66 persen tahun sebelumnya dengan pertumbuhan 0,91 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 30.850 orang, dari total penduduk 92.399 jiwa. Kabupaten Deiyai berada di peringkat kedua persentase kemiskinan se-Indonesia dan di pulau Papua.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di Sumatera Selatan 2015 - 2024)
Data historis kemiskinan 2010-2024 menunjukkan persentase kemiskinan tertinggi di tahun 2010 (49,58 persen) dan terendah di tahun 2023 (38,66 persen). Pertumbuhan kemiskinan tertinggi di tahun 2013 (3,46 persen) dan terendah di tahun 2011 (-5,69 persen). Rata-rata 3 tahun terakhir (2022-2024) adalah 39,33 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir (2020-2024) adalah 39,86 persen, jadi angka 2024 sedikit lebih rendah dari rata-rata 5 tahun tapi lebih tinggi dari rata-rata 3 tahun. Peringkat kemiskinan se-Indonesia tetap di posisi kedua sejak 2022, setelah sempat berada di posisi pertama selama 11 tahun.
Dibandingkan kabupaten tetangga di Papua Tengah, persentase kemiskinan Kabupaten Deiyai (39,01 persen) berada di posisi kedua, hanya di bawah Kabupaten Intan Jaya (41,42 persen). Pertumbuhan kemiskinan Deiyai (0,91 persen) paling rendah di antara tetangga, kecuali Kabupaten Puncak Jaya yang memiliki pertumbuhan 0,96 persen. Jumlah penduduk miskin Deiyai lebih rendah dari Paniai, Puncak Jaya, dan Puncak, tapi lebih tinggi dari Intan Jaya.
Kabupaten Intan Jaya
Peringkat persentase kemiskinan se-Indonesia pertama dengan angka 41,42 persen dan pertumbuhan 5,15 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 22.250 orang dari total penduduk 137.339 jiwa. Garis kemiskinan sebesar Rp948,84 ribu per kapita per bulan, dengan pertumbuhan tertinggi di antara tetangga (11,22 persen). Pendapatan per kapita masyarakat adalah Rp10,19 juta per tahun, sedangkan pertumbuhan penduduk paling rendah di antara tetangga (0,43 persen).
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Mempawah Periode 2004 - 2024)
Kabupaten Paniai
Peringkat persentase kemiskinan se-Indonesia kelima dengan angka 37,07 persen dan pertumbuhan 5,23 persen. Jumlah penduduk miskin terbesar di antara tetangga, mencapai 64.340 orang dari total penduduk 124.835 jiwa. Garis kemiskinan sebesar Rp711,08 ribu per kapita per bulan, dengan pertumbuhan 8,57 persen. Pendapatan per kapita tertinggi di antara tetangga (Rp22,57 juta per tahun) dan pertumbuhan penduduk miskin juga tertinggi (5,23 persen).
Kabupaten Puncak Jaya
Peringkat persentase kemiskinan se-Indonesia ketujuh dengan angka 35,94 persen dan pertumbuhan 0,96 persen. Jumlah penduduk terbesar di antara tetangga (219.995 jiwa) dengan jumlah penduduk miskin 48.780 orang. Garis kemiskinan sebesar Rp879,63 ribu per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita terendah di antara tetangga (Rp7,08 juta per tahun) tapi memiliki pertumbuhan tertinggi (9,48 persen). Pertumbuhan penduduk paling rendah di antara tetangga (0,23 persen).
Kabupaten Puncak
Peringkat persentase kemiskinan se-Indonesia keempat dengan angka 37,49 persen dan pertumbuhan 4,09 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 43.730 orang dari total penduduk 177.617 jiwa. Garis kemiskinan sebesar Rp888,67 ribu per kapita per bulan dengan pertumbuhan 6,19 persen. Pendapatan per kapita masyarakat adalah Rp14,46 juta per tahun dengan pertumbuhan 4,94 persen, di bawah Puncak Jaya tapi lebih tinggi dari tetangga lain. Pertumbuhan penduduk sebesar 0,37 persen, di atas Intan Jaya dan Puncak Jaya.