Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan Kota Serang tahun 2024, menunjukkan persentase penduduk miskin mencapai 5,65 persen. Angka ini turun sedikit 0,55 persen dibanding tahun sebelumnya (6,2 persen), dengan jumlah penduduk miskin sebesar 41.620 orang, turun 3.370 orang dari tahun 2023. Jumlah penduduk Kota Serang pada tahun ini mencapai 743.748 jiwa, naik sedikit 13.218 jiwa dari tahun sebelumnya, dengan pertumbuhan 1,81 persen. Rank persentase kemiskinan Kota Serang di Jawa berada di urutan ke-98, dan se-Indonesia di urutan ke-418.
(Baca: 10,38% Penduduk di Kabupaten Morowali Masuk Kategori Miskin)
Dari data historis kemiskinan periode 2009-2024, persentase kemiskinan Kota Serang tertinggi terjadi di tahun 2021 sebesar 6,79 persen, sedangkan terendah di tahun 2019 sebesar 5,28 persen. Pertumbuhan angka kemiskinan tertinggi terjadi di tahun 2021 dengan 12,05 persen, dan terendah di tahun 2016 dengan -11,15 persen. Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir (2022-2024) adalah 5,93 persen, lebih rendah dari rata-rata 5 tahun terakhir (2020-2024) yang sebesar 6,13 persen. Rank se-Indonesia persentase kemiskinan fluktuatif: dimulai dari urutan ke-413 di 2009, naik ke urutan ke-424 di 2010, turun ke urutan ke-398 di 2021, dan kembali naik ke urutan ke-418 di 2024.
Dibandingkan kabupaten/kota lain di provinsi Banten yang memiliki rank persentase kemiskinan berdekatan, persentase kemiskinan Kota Serang lebih tinggi dari Kota Cilegon (3,75 persen) tapi lebih rendah dari Kota Tanggerang (5,43 persen). Jumlah penduduk miskinnya lebih tinggi dari Kota Cilegon (17.310 orang) tapi lebih rendah dari Kabupaten Lebak (111.710 orang). Pendapatan per kapita sekitar Rp 60,01 juta per tahun, lebih rendah dari Kota Tanggerang (Rp 114,46 juta) tapi lebih tinggi dari Kabupaten Lebak (Rp 25,97 juta). Garis kemiskinan sebesar Rp 449,29 ribu per kapita per bulan, lebih rendah dari Kota Tanggerang (Rp 785,11 ribu) tapi lebih tinggi dari Kabupaten Lebak (Rp 440,71 ribu).
Kota Cilegon
Persentase kemiskinan sebesar 3,75 persen, dengan pertumbuhan turun 4,89 persen pada tahun 2024. Jumlah penduduk miskin mencapai 17.310 orang, lebih rendah dibandingkan sebagian besar wilayah lain di Banten yang dianalisis. Jumlah penduduknya 476.867 jiwa, dengan pertumbuhan naik 2,61 persen. Pendapatan per kapita sekitar Rp 30,29 juta per tahun, rank se-Indonesia di urutan ke-13, menunjukkan taraf hidup yang relatif tinggi dibandingkan wilayah lain. Garis kemiskinan sebesar Rp 663,53 ribu per kapita per bulan, rank se-Indonesia di urutan ke-99, yang berarti batas pendapatan untuk tidak termasuk miskin cukup tinggi dibandingkan sebagian besar wilayah di Indonesia.
Kabupaten Lebak
Persentase kemiskinan sebesar 8,44 persen, dengan pertumbuhan turun 2,47 persen pada tahun 2024. Jumlah penduduk miskin mencapai 111.710 orang, salah satu tertinggi di antara wilayah yang dianalisis di Banten. Jumlah penduduknya 1.506.378 jiwa, dengan pertumbuhan naik 1,47 persen. Pendapatan per kapita sekitar Rp 25,97 juta per tahun, rank se-Indonesia di urutan ke-459, yang menunjukkan taraf hidup yang relatif rendah dibandingkan wilayah lain di provinsi. Garis kemiskinan sebesar Rp 440,71 ribu per kapita per bulan, rank se-Indonesia di urutan ke-427, batas pendapatan untuk tidak termasuk miskin cukup rendah dibandingkan sebagian besar wilayah di Indonesia.
(Baca: BPS: Garis Kemiskinan Makanan dan Nonmakanan di Kep. Bangka Belitung Naik 5,33%(Data Desember 2025))
Kabupaten Pandeglang
Persentase kemiskinan sebesar 9,18 persen, dengan pertumbuhan turun 0,68 persen pada tahun 2024. Jumlah penduduk miskin mencapai 113.450 orang, tertinggi di antara wilayah yang dianalisis di Banten. Jumlah penduduknya 1.413.897 jiwa, dengan pertumbuhan naik 1,57 persen. Pendapatan per kapita sekitar Rp 27,08 juta per tahun, rank se-Indonesia di urutan ke-452, taraf hidup yang relatif rendah dibandingkan kota-kota di Banten. Garis kemiskinan sebesar Rp 479,89 ribu per kapita per bulan, rank se-Indonesia di urutan ke-362, batas pendapatan untuk tidak termasuk miskin lebih tinggi dari Kabupaten Lebak tapi masih rendah dibandingkan kota-kota di provinsi.
Kabupaten Serang
Persentase kemiskinan sebesar 4,51 persen, dengan pertumbuhan turun 6,73 persen pada tahun 2024. Jumlah penduduk miskin mencapai 68.860 orang, lebih tinggi dari Kota Cilegon tapi lebih rendah dari Kabupaten Pandeglang. Jumlah penduduknya 1.756.816 jiwa, dengan pertumbuhan naik 2,23 persen. Pendapatan per kapita sekitar Rp 60,01 juta per tahun, rank se-Indonesia di urutan ke-188, taraf hidup yang cukup menengah dibandingkan wilayah lain di Banten. Garis kemiskinan sebesar Rp 449,29 ribu per kapita per bulan, rank se-Indonesia di urutan ke-417, batas pendapatan untuk tidak termasuk miskin hampir sama dengan Kota Serang.
Kabupaten Tanggerang
Persentase kemiskinan sebesar 6,55 persen, dengan pertumbuhan turun 3,58 persen pada tahun 2024. Jumlah penduduk miskin mencapai 266.430 orang, tertinggi di antara semua wilayah yang dianalisis di Banten. Jumlah penduduknya 3.373.149 jiwa, dengan pertumbuhan naik 2,64 persen. Pendapatan per kapita sekitar Rp 54,73 juta per tahun, rank se-Indonesia di urutan ke-227, taraf hidup yang menengah dibandingkan kota-kota di Banten tapi lebih tinggi dari kabupaten pedesaan. Garis kemiskinan sebesar Rp 632,94 ribu per kapita per bulan, rank se-Indonesia di urutan ke-129, batas pendapatan untuk tidak termasuk miskin cukup tinggi dibandingkan kabupaten pedesaan.
Kota Tanggerang
Persentase kemiskinan sebesar 5,43 persen, dengan pertumbuhan turun 6,38 persen pada tahun 2024. Jumlah penduduk miskin mencapai 128.910 orang, lebih tinggi dari Kota Serang tapi lebih rendah dari Kabupaten Tanggerang. Jumlah penduduknya 1.927.815 jiwa, dengan pertumbuhan naik 1,49 persen. Pendapatan per kapita sekitar Rp 114,46 juta per tahun, rank se-Indonesia di urutan ke-68, taraf hidup yang sangat tinggi dibandingkan wilayah lain di Banten. Garis kemiskinan sebesar Rp 785,11 ribu per kapita per bulan, rank se-Indonesia di urutan ke-35, batas pendapatan untuk tidak termasuk miskin sangat tinggi dibandingkan sebagian besar wilayah di Indonesia.