Angka Ketidakcukupan Konsumsi Pangan Penduduk Paniai Turun 39,89% pada 2025

1
Irfan Fadhlurrahman 16/05/2026 08:35 WIB
Image Loader
Memuat...
Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Kabupaten Paniai, Papua Tengah (2017-2025)
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kabupaten Paniai, Papua Tengah mencapai 39,89% pada 2025.

Angka tersebut turun 16,63% dari tahun sebelumnya sebesar 56,52%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir turun 5,5%.

Rata-rata PoU Indonesia sebesar 7,89% pada 2025. Berarti, PoU di Kabupaten Paniai lebih tinggi dibanding rata-rata nasional.

Menurut Badan Pangan Nasional (Bapanas), PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.

Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.

Ini artinya, penduduk di Kabupaten Paniai yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 39,89% dari total penduduk.

Dibanding 7 kabupaten/kota lain di Provinsi Papua Tengah, PoU di Kabupaten Paniai ada di urutan ke-5. Wilayah dengan PoU terendah (urutan teratas) yakni Kabupaten Nabire (20,19%) dan tertinggi (urutan terakhir) yakni Kabupaten Deiyai (48,28%).

Berikut ini daftar PoU terendah di seluruh kabupaten/kota Provinsi Papua Tengah pada 2025.

  1. Kabupaten Nabire: 20,19%
  2. Kabupaten Mimika: 20,85%
  3. Kabupaten Puncak Jaya: 25,1%
  4. Kabupaten Intan Jaya: 31,02%
  5. Kabupaten Paniai: 39,89%
  6. Kabupaten Dogiyai: 46,4%
  7. Kabupaten Puncak: 48,22%
  8. Kabupaten Deiyai: 48,28%

(Baca: Ini Wilayah Sumatera Utara dengan Angka Kemiskinan Tertinggi Maret 2025)

Data Stories Terkini
Databoks Premium

Data Populer

Loading...