Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase kemiskinan di Kabupaten Mukomuko, Bengkulu pada tahun 2024 stagnan di angka 10,76% sama dengan tahun sebelumnya. Dengan jumlah penduduk miskin mencapai 20.880 jiwa dari total penduduk 203.525 jiwa. Pertumbuhan jumlah penduduk miskin sedikit meningkat 0,87% atau bertambah 180 jiwa dari tahun sebelumnya.
Secara regional Sumatera, Mukomuko berada di peringkat 53 untuk persentase kemiskinan dan peringkat 95 untuk jumlah penduduk miskin. Secara nasional, Kabupaten Mukomuko menempati urutan ke-212 dalam persentase kemiskinan dan urutan ke-319 untuk jumlah penduduk miskin. Dibandingkan kabupaten lain di Bengkulu dengan persentase kemiskinan berdekatan, Mukomuko menunjukkan posisi yang relatif stabil.
(Baca: PDRB ADHB di Kabupaten Humbang Hasundutan Menurut Sektor pada 2024)
Data historis menunjukkan fluktuasi persentase kemiskinan di Mukomuko selama periode 2004-2024. Persentase kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2006, mencapai 21,19%, sedangkan terendah pada tahun 2023 dan 2024, yaitu 10,76%. Pertumbuhan angka kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2005 yaitu 4,14% dan terendah pada tahun 2023 yaitu -5,94%. Jika dibandingkan dengan rata-rata 3 tahun terakhir (2022-2024) sebesar 11,32%, kondisi saat ini lebih baik. Namun, jika dibandingkan dengan rata-rata 5 tahun terakhir (2020-2024) sebesar 11,38%, kondisi saat ini juga lebih baik.
Kabupaten Mukomuko mengalami pergeseran peringkat kemiskinan secara nasional. Pada tahun 2004, Mukomuko berada di peringkat 166, kemudian berfluktuasi hingga mencapai peringkat 232 pada tahun 2017. Saat ini, Mukomuko berada di peringkat 212, menunjukkan sedikit perbaikan dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.
Berikut adalah perbandingan Kabupaten Mukomuko dengan kabupaten lain di Provinsi Bengkulu dengan persentase kemiskinan berdekatan.
Kabupaten Bengkulu Tengah
Kabupaten Bengkulu Tengah memiliki persentase kemiskinan 10,14%, menempati urutan ke-237 secara nasional. Jumlah penduduk miskin mencapai 11.980 jiwa dari total penduduk 125.263 jiwa. Pertumbuhan jumlah penduduk miskin cukup tinggi, mencapai 8,81%. Garis kemiskinan di kabupaten ini tercatat sebesar Rp 582,47 ribu per kapita per bulan. Pendapatan per kapita mencapai Rp 55,28 juta per tahun.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kota Bau Bau Periode 2004 - 2024)
Kabupaten Bengkulu Utara
Kabupaten Bengkulu Utara memiliki persentase kemiskinan 10,96%, menempati urutan ke-203 secara nasional. Jumlah penduduk miskin mencapai 34.520 jiwa dari total penduduk 307.507 jiwa. Terjadi penurunan jumlah penduduk miskin turun 2,1%. Garis kemiskinan di kabupaten ini tercatat sebesar Rp 484,43 ribu per kapita per bulan. Pendapatan per kapita mencapai Rp 41,21 juta per tahun.
Kota Bengkulu
Kota Bengkulu memiliki persentase kemiskinan tertinggi di antara kabupaten yang dibandingkan, yaitu 13,76% dan menduduki posisi 130 secara nasional. Jumlah penduduk miskin mencapai 52.960 jiwa dari total penduduk 394.192 jiwa. Terjadi penurunan jumlah penduduk miskin yang cukup signifikan turun 5,6%. Garis kemiskinan di kota ini paling tinggi dibandingkan kabupaten lain, yaitu Rp 820,35 ribu per kapita per bulan. Pendapatan per kapita juga tertinggi, mencapai Rp 83,43 juta per tahun.
Kabupaten Kepahiang
Kabupaten Kepahiang memiliki persentase kemiskinan 12,90%, menempati urutan ke-146 secara nasional. Jumlah penduduk miskin mencapai 18.730 jiwa dari total penduduk 155.520 jiwa. Terjadi penurunan jumlah penduduk miskin yang cukup besar, turun 7,82%. Garis kemiskinan di kabupaten ini tercatat sebesar Rp 488,45 ribu per kapita per bulan. Pendapatan per kapita mencapai Rp 40,07 juta per tahun.
Kabupaten Lebong
Kabupaten Lebong memiliki persentase kemiskinan 10,45%, menempati urutan ke-226 secara nasional. Jumlah penduduk miskin mencapai 12.510 jiwa dari total penduduk 114.774 jiwa. Terjadi penurunan jumlah penduduk miskin yang cukup besar, turun 5,44%. Garis kemiskinan di kabupaten ini tercatat sebesar Rp 532,43 ribu per kapita per bulan. Pendapatan per kapita mencapai Rp 40,99 juta per tahun.