Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase kemiskinan di Kota Bau Bau pada tahun 2024 sebesar 7,4 persen. Angka ini menunjukkan sedikit penurunan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 7,53 persen. Dengan jumlah penduduk 162.377 jiwa, jumlah penduduk miskin di Kota Bau Bau mencapai 13.250 jiwa.
Perkembangan kemiskinan di Kota Bau Bau menunjukkan penurunan turun 1,73 persen pada tahun terakhir. Secara peringkat, Kota Bau Bau berada pada urutan ke-329 se-Indonesia dan ke-59 di Pulau Sulawesi. Dibandingkan dengan kabupaten lain di Sulawesi Tenggara, angka kemiskinan di Kota Bau Bau relatif moderat.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Makanan dan Minuman Jadi Kab. Kolaka Utara | 2024)
Data historis menunjukkan fluktuasi angka kemiskinan di Kota Bau Bau dalam kurun waktu 2004-2024. Persentase kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2006 yaitu 18,9 persen, sedangkan angka terendah terjadi pada tahun 2020 yaitu 7,15 persen. Pertumbuhan angka kemiskinan terendah tercatat pada tahun 2008 yaitu -17,27 persen, sementara pertumbuhan tertinggi terjadi pada tahun 2006 yaitu 15,53 persen. Dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir (2022-2024), persentase kemiskinan saat ini lebih rendah. Jika dibandingkan dengan lima tahun terakhir (2020-2024), kondisi saat ini juga lebih baik. Secara nasional, peringkat kemiskinan Kota Bau Bau bergeser dari urutan 176 pada tahun 2004 menjadi 329 pada tahun 2024, menunjukkan perbaikan posisi.
Jika dibandingkan dengan kabupaten lain di Sulawesi Tenggara yang memiliki persentase kemiskinan berdekatan, Kota Bau Bau memiliki karakteristik yang berbeda. Kabupaten-kabupaten tersebut antara lain Kabupaten Bombana, Kota Kendari, Kabupaten Kolaka, dan Kabupaten Konawe Selatan. Masing-masing daerah memiliki dinamika tersendiri dalam penanganan kemiskinan.
Kabupaten Bombana
Kabupaten Bombana menduduki peringkat ke-223 se-Indonesia dalam hal persentase kemiskinan, dengan angka mencapai 10,54 persen. Jumlah penduduk miskin di kabupaten ini tercatat sebanyak 20.560 jiwa dari total populasi 166.134 jiwa. Garis kemiskinan di Bombana berada di angka Rp 423.18 ribu per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat Bombana mencapai Rp 56,99 juta per tahun. Pertumbuhan persentase kemiskinan menunjukkan penurunan turun 1,77 persen, sementara jumlah penduduk mengalami peningkatan sebesar 2,88 persen. Pertumbuhan garis kemiskinan tercatat sebesar 4,05 persen, dan pendapatan per kapita tumbuh 5,29 persen.
Kota Kendari
Kota Kendari menunjukkan kinerja yang lebih baik dalam penanganan kemiskinan, dengan persentase penduduk miskin hanya 4,23 persen dan menduduki peringkat ke-472 se-Indonesia. Jumlah penduduk miskin di kota ini adalah 18.200 jiwa dari total populasi 355.665 jiwa. Garis kemiskinan di Kota Kendari mencapai Rp 516.81 ribu per kapita per bulan, lebih tinggi dibandingkan Bombana. Pendapatan per kapita masyarakat Kendari juga lebih tinggi, mencapai Rp 80,97 juta per tahun. Terjadi penurunan angka kemiskinan turun 7,84 persen. Jumlah penduduk tumbuh 2,38 persen, garis kemiskinan tumbuh 2,67 persen, dan pendapatan per kapita tumbuh 4,35 persen.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kota Tegal Periode 2004 - 2024)
Kabupaten Kolaka
Kabupaten Kolaka memiliki persentase kemiskinan sebesar 11,67 persen, menempatkannya pada peringkat ke-185 se-Indonesia. Jumlah penduduk miskin di Kolaka mencapai 33.200 jiwa dari total 252.003 jiwa. Garis kemiskinan di kabupaten ini adalah Rp 477.92 ribu per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat Kolaka tercatat sebesar Rp 153,41 juta per tahun, tertinggi di antara kabupaten pembanding. Penurunan angka kemiskinan turun 1,1 persen, pertumbuhan jumlah penduduk sebesar 2,49 persen, pertumbuhan garis kemiskinan sebesar 3 persen, dan pertumbuhan pendapatan per kapita sebesar 5,73 persen.
Kabupaten Konawe Selatan
Kabupaten Konawe Selatan memiliki persentase kemiskinan 11,2 persen, menduduki urutan ke-199 secara nasional. Jumlah penduduk miskin di kabupaten ini mencapai 37.090 jiwa dari total populasi 326.944 jiwa. Garis kemiskinan di Konawe Selatan adalah Rp 354.70 ribu per kapita per bulan, terendah di antara kabupaten pembanding. Pendapatan per kapita masyarakat Konawe Selatan mencapai Rp 53,95 juta per tahun. Penurunan angka kemiskinan -0,53 persen, pertumbuhan jumlah penduduk 2,02 persen, pertumbuhan garis kemiskinan 6,96 persen, dan pertumbuhan pendapatan per kapita sebesar 6,17 persen.