Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi di Kabupaten Kolaka Utara pada 2024 sebesar Rp226.332 per kapita per bulan. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 23.2% dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini cukup signifikan setelah sempat mengalami penurunan turun 16.7% pada 2023, informasi ini seperti data yang diolah dari data Susenas.
Pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi ini menempatkan Kabupaten Kolaka Utara pada peringkat 2 di antara kabupaten/kota se-Sulawesi Tenggara dan peringkat 158 secara nasional. Peringkat ini menunjukkan bahwa masyarakat Kolaka Utara cukup tinggi dalam mengalokasikan anggaran untuk konsumsi makanan dan minuman siap saji. Sementara itu, rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang dan jasa di Kolaka Utara adalah Rp237.577, memperlihatkan bahwa pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi mencakup sebagian besar dari total pengeluaran tersebut.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di Jambi 2015 - 2024)
Secara historis, pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi di Kabupaten Kolaka Utara mengalami fluktuasi. Dari tahun 2018 hingga 2024, pengeluaran terus meningkat, mencapai pengeluaran tertinggi pada tahun 2022 sebesar Rp220.471. Namun, pada 2023 terjadi penurunan menjadi Rp183.686, sebelum akhirnya kembali melonjak pada 2024. Ini mengindikasikan adanya perubahan perilaku konsumsi masyarakat yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kondisi ekonomi dan preferensi makanan.
Jika dibandingkan dengan kabupaten/kota lain di Sulawesi Tenggara, Kota Kendari mencatatkan pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi tertinggi pada 2024, yaitu Rp261.016 per kapita per bulan, dengan pertumbuhan 8.7% dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, Kabupaten Konawe Utara mencatatkan pengeluaran sebesar Rp215.315 dengan penurunan -11.1%. Kabupaten Kolaka sendiri memiliki pengeluaran sebesar Rp176.040 dengan penurunan -2.4%. Kabupaten Kolaka Timur juga mengalami peningkatan yang signifikan, dengan nilai pengeluaran Rp139.293 dan pertumbuhan yang sama dengan Kolaka Utara yaitu 23.2%.
Data BPS juga mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di Kabupaten Kolaka Utara pada 2024 adalah Rp859.737, meningkat sebesar 22.1% dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan adalah Rp739.715, meningkat 9.4% dari tahun sebelumnya. Ini menunjukkan bahwa pengeluaran untuk bukan makanan mengalami pertumbuhan yang lebih besar dibandingkan pengeluaran untuk makanan, mengindikasikan adanya peningkatan kebutuhan dan preferensi masyarakat terhadap barang dan jasa selain makanan.
(Baca: Pengeluaran Penduduk Kabupaten Ogan Komering Ulu untuk Membeli Tomat Ceri Rp578 per Kapita per Minggu)
Kota Kendari
Kota Kendari mencatat pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan sebesar Rp1.013.733 pada 2024, tumbuh sedikit 1.1% dari tahun sebelumnya. Kendari menduduki peringkat pertama se-Sulawesi Tenggara dalam hal pengeluaran bukan makanan. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan di Kota Kendari mencapai Rp769.676, dengan pertumbuhan 8.9%. Secara keseluruhan, pengeluaran per kapita untuk makanan dan bukan makanan mencapai Rp1.783.409, namun mengalami penurunan -5.1%.
Kabupaten Konawe Utara
Kabupaten Konawe Utara mencatatkan pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan sebesar Rp861.907 pada 2024, tumbuh signifikan 31.5% dari tahun sebelumnya, menempati peringkat kedua se-Sulawesi Tenggara. Pengeluaran untuk makanan mencapai Rp812.097, tumbuh 8.8%. Total pengeluaran untuk makanan dan bukan makanan di Konawe Utara adalah Rp1.674.005, namun mengalami penurunan -11.9%.
Kabupaten Kolaka
Kabupaten Kolaka mencatatkan pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan sebesar Rp581.776 pada 2024, tumbuh 7.1% dari tahun sebelumnya. Pengeluaran untuk makanan mencapai Rp703.772, tumbuh signifikan 26%. Total pengeluaran untuk makanan dan bukan makanan di Kolaka adalah Rp1.285.548, mengalami penurunan -4.1%.
Kota Bau-Bau
Kota Bau-Bau mencatatkan pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan sebesar Rp735.519 pada 2024, tumbuh 6.1% dari tahun sebelumnya. Pengeluaran untuk makanan mencapai Rp496.616, tumbuh sedikit 1.5%. Total pengeluaran untuk makanan dan bukan makanan di Kota Bau-Bau adalah Rp1.232.135, mengalami penurunan -2.8%.