Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase kemiskinan di Kota Tegal sebesar 7,64 persen pada tahun 2024. Angka ini sedikit turun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 7,68 persen. Dengan jumlah penduduk 293.818 jiwa, jumlah penduduk miskin di Kota Tegal mencapai 19.170 jiwa, menurun tipis dari 19.220 jiwa pada tahun sebelumnya.
Secara historis, persentase kemiskinan di Kota Tegal fluktuatif. Pada tahun 2008 sempat mencapai titik tertinggi sebesar 11,28 persen. Pertumbuhan tertinggi angka kemiskinan terjadi pada tahun 2006, yaitu sebesar 16,07 persen. Sedangkan persentase kemiskinan terendah terjadi pada tahun 2024. Dibandingkan rata-rata 3 tahun terakhir (2022-2024) sebesar 7,71 persen, angka kemiskinan saat ini lebih rendah. Dibandingkan rata-rata 5 tahun terakhir (2020-2024) sebesar 7,83 persen, angka kemiskinan juga lebih rendah. Peringkat kemiskinan Kota Tegal secara nasional berada di urutan ke-325.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Bekasi Periode 2004 - 2024)
Dibandingkan kabupaten/kota lain di Jawa Tengah yang memiliki tingkat kemiskinan berdekatan, Kota Tegal berada di antara Kabupaten Batang dan Kabupaten Kudus. Kabupaten Batang memiliki persentase kemiskinan 8,73 persen, sedangkan Kabupaten Kudus 7,23 persen.
Kabupaten Batang
Kabupaten Batang memiliki persentase kemiskinan sebesar 8,73 persen dan berada di urutan ke-279 secara nasional. Jumlah penduduk miskin mencapai 68.850 jiwa dari total populasi 849.686 jiwa. Garis kemiskinan di Kabupaten Batang adalah Rp 412.196,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita tercatat sebesar Rp 36,26 juta per tahun. Pertumbuhan penduduk Batang mencapai 1,74 persen, dan mengalami penurunan angka kemiskinan sebesar 1,6 persen. Pertumbuhan garis kemiskinan mencapai 8,8 persen, sedangkan pertumbuhan pendapatan per kapita sebesar 7,75 persen.
Kabupaten Kudus
Kabupaten Kudus mencatatkan persentase kemiskinan 7,23 persen, menempatkannya pada peringkat 337 di Indonesia. Jumlah penduduk miskin di Kudus mencapai 65.690 jiwa dari total 874.796 jiwa. Garis kemiskinan di kabupaten ini mencapai Rp 550.075,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita di Kudus cukup tinggi, yaitu Rp 145,6 juta per tahun. Kabupaten Kudus mengalami pertumbuhan penduduk 0,37 persen dan sedikit peningkatan angka kemiskinan sebesar 0,81 persen. Kenaikan pendapatan per kapita mencapai 4,93 persen dan garis kemiskinan naik 5,62 persen.
(Baca: 4,36% Penduduk di Kabupaten Bekasi Masuk Kategori Miskin)
Kabupaten Semarang
Kabupaten Semarang memiliki persentase kemiskinan 6,96 persen dengan peringkat 349 di Indonesia. Terdapat 76.870 penduduk miskin dari total populasi 1.085.196 jiwa. Garis kemiskinan di Kabupaten Semarang adalah Rp 520.639,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita tercatat Rp 60,18 juta per tahun. Pertumbuhan penduduk di Kabupaten Semarang mencapai 1,37 persen, penurunan angka kemiskinan 1,89 persen, kenaikan garis kemiskinan sebesar 4,35 persen, dan kenaikan pendapatan per kapita 6,16 persen.
Kabupaten Sukoharjo
Kabupaten Sukoharjo memiliki persentase kemiskinan 7,47 persen dan menduduki peringkat 327 secara nasional. Jumlah penduduk miskin di Sukoharjo sebanyak 68.150 jiwa dari total penduduk 913.950 jiwa. Garis kemiskinan di kabupaten ini tercatat sebesar Rp 501.693,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita di Sukoharjo mencapai Rp 53,09 juta per tahun. Pertumbuhan penduduk Sukoharjo adalah 0,63 persen, terjadi penurunan kemiskinan 0,93 persen. Garis kemiskinan naik 5,25 persen, dan pendapatan per kapita meningkat 6,43 persen.
Kota Surakarta
Kota Surakarta memiliki persentase kemiskinan 8,31 persen dengan peringkat 297 di Indonesia. Jumlah penduduk miskin di kota ini mencapai 43.280 jiwa dari total 588.419 jiwa. Garis kemiskinan di Surakarta adalah Rp 638.102,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita tercatat tinggi, yaitu Rp 122,53 juta per tahun. Pertumbuhan penduduk di Kota Surakarta mencapai 0,38 persen, penurunan angka kemiskinan 1,39 persen. Garis kemiskinan naik 6,18 persen, dan pendapatan per kapita tumbuh 6,63 persen.
Kabupaten Temanggung
Kabupaten Temanggung memiliki persentase kemiskinan 8,67 persen, menduduki peringkat 281 di Indonesia. Jumlah penduduk miskin di Temanggung mencapai 68.770 jiwa dari total populasi 820.736 jiwa. Garis kemiskinan di kabupaten ini adalah Rp 416.086,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita di Temanggung tercatat Rp 35,49 juta per tahun. Pertumbuhan penduduk Temanggung mencapai 1,1 persen, penurunan angka kemiskinan 5,74 persen. Garis kemiskinan naik 7,14 persen, sedangkan pendapatan per kapita tumbuh 6,62 persen.