Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan Kota Tegal tahun 2024, menunjukkan persentase penduduk miskin sedikit turun menjadi 7,64 persen dari 7,68 persen tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin mencapai 19.170 orang, sedikit turun 50 orang dari tahun 2023. Jumlah penduduk Kota Tegal naik menjadi 293.818 jiwa, bertambah 2.012 jiwa dengan pertumbuhan 0,69 persen.
(Baca: Penduduk Kabupaten Kayong Utara Mengeluarkan Rp490 per Kapita per Minggu untuk Membeli Sayur Matang)
Data historis kemiskinan Kota Tegal periode 2004-2024 menunjukkan persentase kemiskinan tertinggi terjadi pada 2008 sebesar 11,28 persen, sedangkan terendah pada 2019 sebesar 7,47 persen. Pertumbuhan kemiskinan tertinggi terjadi pada 2008 sebesar 20,51 persen, sedangkan terendah pada 2013 turun 11,95 persen. Persentase kemiskinan 2024 sedikit di bawah rata-rata tiga tahun terakhir (7,74 persen) dan lima tahun terakhir (7,75 persen).
Dibandingkan kabupaten/kota sekitarnya di Jawa Tengah, persentase kemiskinan Kota Tegal (7,64 persen) lebih rendah daripada Batang, Surakarta, Temanggung tetapi lebih tinggi daripada Kudus, Semarang, Sukoharjo. Pertumbuhan kemiskinan Kota Tegal (-0,52 persen) lebih tinggi daripada Temanggung tetapi lebih rendah daripada Kudus.
Kabupaten Batang
Menempati peringkat 279 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan, wilayah ini memiliki persentase kemiskinan 8,73 persen dengan jumlah penduduk miskin 68.850 orang pada tahun 2024. Jumlah penduduknya mencapai 849.686 jiwa, dengan pertumbuhan 1,74 persen tahun lalu. Garis kemiskinan di sini sebesar Rp4,12 juta per kapita per bulan, dengan pertumbuhan 8,8 persen. Pendapatan per kapita masyarakatnya mencapai Rp36,26 juta per tahun, dengan pertumbuhan 7,75 persen, berada di peringkat 364 se-Indonesia.
Kabupaten Kudus
Menempati peringkat 337 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan, wilayah ini memiliki persentase kemiskinan 7,23 persen dengan jumlah penduduk miskin 65.690 orang pada tahun 2024. Jumlah penduduknya mencapai 874.796 jiwa, dengan pertumbuhan 0,31 persen tahun lalu. Garis kemiskinan di sini sebesar Rp5,50 juta per kapita per bulan, dengan pertumbuhan 5,62 persen. Pendapatan per kapita masyarakatnya mencapai Rp145,60 juta per tahun, dengan pertumbuhan 4,93 persen, berada di peringkat 46 se-Indonesia.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Kayong Utara Periode 2007 - 2024)
Kabupaten Semarang
Menempati peringkat 349 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan, wilayah ini memiliki persentase kemiskinan 6,96 persen dengan jumlah penduduk miskin 76.870 orang pada tahun 2024. Jumlah penduduknya mencapai 1.085.196 jiwa, dengan pertumbuhan 1,37 persen tahun lalu. Garis kemiskinan di sini sebesar Rp5,21 juta per kapita per bulan, dengan pertumbuhan 4,35 persen. Pendapatan per kapita masyarakatnya mencapai Rp60,18 juta per tahun, dengan pertumbuhan 6,16 persen, berada di peringkat 187 se-Indonesia.
Kabupaten Sukoharjo
Menempati peringkat 327 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan, wilayah ini memiliki persentase kemiskinan 7,47 persen dengan jumlah penduduk miskin 68.150 orang pada tahun 2024. Jumlah penduduknya mencapai 913.950 jiwa, dengan pertumbuhan 0,63 persen tahun lalu. Garis kemiskinan di sini sebesar Rp5,02 juta per kapita per bulan, dengan pertumbuhan 5,25 persen. Pendapatan per kapita masyarakatnya mencapai Rp53,09 juta per tahun, dengan pertumbuhan 6,43 persen, berada di peringkat 240 se-Indonesia.
Kota Surakarta
Menempati peringkat 297 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan, wilayah ini memiliki persentase kemiskinan 8,31 persen dengan jumlah penduduk miskin 43.280 orang pada tahun 2024. Jumlah penduduknya mencapai 588.419 jiwa, dengan pertumbuhan 0,38 persen tahun lalu. Garis kemiskinan di sini sebesar Rp6,38 juta per kapita per bulan, dengan pertumbuhan 6,18 persen. Pendapatan per kapita masyarakatnya mencapai Rp122,53 juta per tahun, dengan pertumbuhan 6,63 persen, berada di peringkat 59 se-Indonesia.
Kabupaten Temanggung
Menempati peringkat 281 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan, wilayah ini memiliki persentase kemiskinan 8,67 persen dengan jumlah penduduk miskin 68.770 orang pada tahun 2024. Jumlah penduduknya mencapai 820.736 jiwa, dengan pertumbuhan 1,10 persen tahun lalu. Garis kemiskinan di sini sebesar Rp4,16 juta per kapita per bulan, dengan pertumbuhan 7,14 persen. Pendapatan per kapita masyarakatnya mencapai Rp35,49 juta per tahun, dengan pertumbuhan 6,62 persen, berada di peringkat 375 se-Indonesia.