Produk domestik bruto (PDRB) harga berlaku (ADHB) di Kabupaten Humbang Hasundutan, pada 2024 mencapai Rp8,27 juta. PDRB di kabupaten/kota ini tumbuh 4,79% dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp7,66 juta .
Dibandingkan dengan masa pandemi covid pada tahun 2020, pertumbuhan ekonomi di wilayah ini terlihat lebih tinggi. Sebelumnya pertumbuhan pada akhir tahun 2021 pasca covid tercatat mencapai 2,02%.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kota Tebing Tinggi Periode 2004 - 2024)
Menurut publikasi BPS, dengan total penduduk yang mencapai 209,32 ribu jiwa, PDRB per kapita di wilayah ini tercatat Rp39.949 ribu/kapita/tahun. PDRB per kapita ini secara nasional berada di urutan 333.
Dari 17 sektor yang mendorong pergerakan ekonomi di kabupaten/kota ini, sektor pertanian, kehutanan dan perikanan menjadi unggulan.
Sektor pertanian, kehutanan dan perikanan di Kabupaten Humbang Hasundutan pada 2024 mencatatkan nilai sebesar Rp3,64 jutajuta. PDRB ini berada di urutan pertama dibandingkan 17 sektor lain. Sektor ini tumbuh 3,86% dibandingkan dengan angka tahun sebelumnya yang tercatat Rp3,35 jutajuta.
Di urutan kedua adalah sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor tumbuh 7,66% menjadi Rp1,4 jutajuta, kemudian sektor konstruksi diurutan ketiga dengan PDRB Rp1,22 jutajuta (6,92%).
(Baca: Persentase Pengangguran 2024 di Kabupaten Nias 2,1%)
Selain itu, sektor lainnya yang memberikan kontribusi di urutan lima besar adalah penyediaan akomodasi dan makan minum dengan PDRB Rp265,55 ribujuta.
Distribusi PDRB di Kabupaten Humbang Hasundutan pada 2024
Menurut tingkat distribusinya, sektor utama yang menyumbang pertumbuhan terbesar PDRB di Kabupaten Humbang Hasundutan ini adalah sektor pertanian, kehutanan dan perikanan dengan kontribusi mencapai 43,38%. Sektor lainnya diurutan lima besar adalah sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor, sektor konstruksi, sektor administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib, dan sektor penyediaan akomodasi dan makan minum.
Sedangkan untuk sektor dengan distribusi terkecil adalah Sektor Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial,Sektor Jasa Lainnya,Sektor Jasa Perusahaan,Sektor Pengadaan Listrik dan Gas dan Sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang.