Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data persentase kemiskinan Kabupaten Batu Bara Sumatera Utara semester tahun 2025 sebesar 10,10 persen. Angka ini turun 0,84 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan penurunan jumlah penduduk miskin sebesar 3.380 jiwa dari total 47.660 jiwa menjadi 44.280 jiwa. Pertumbuhan penurunan angka kemiskinan wilayah ini tercatat sebesar 7,68 persen pada periode satu tahun terakhir.
Selama periode data 2007 sampai 2025, persentase kemiskinan wilayah ini pernah mencapai angka tertinggi pada tahun 2007 sebesar 17,89 persen. Angka terendah tercatat pada tahun 2025 ini. Pertumbuhan penurunan terbesar terjadi pada tahun 2008 sebesar 23,76 persen, sedangkan pertumbuhan kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2015 sebesar 12,09 persen. Saat ini wilayah ini berada di peringkat 213 dari total 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Sumbawa Barat | 2005 - 2025)
Selama 5 tahun terakhir, rata-rata persentase kemiskinan Kabupaten Batu Bara berada pada angka 11,27 persen. Rata-rata 3 tahun terakhir tercatat sebesar 10,81 persen. Artinya angka tahun 2025 ini berada di bawah rata-rata kedua periode tersebut. Peringkat nasional wilayah ini sempat bergeser hingga paling baik di posisi 200 pada tahun 2018, sebelum kembali bergeser ke posisi 213 saat ini.
Kabupaten Labuhan Batu Utara
Berada di peringkat 271 nasional untuk persentase kemiskinan, tercatat angka 8,42 persen dengan penurunan 6,24 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin di wilayah ini berjumlah 32.090 jiwa, lebih rendah dibandingkan Kabupaten Batu Bara. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 95,50 juta rupiah per tahun, dengan garis kemiskinan sebesar 629,87 ribu rupiah per kapita per bulan.
Kabupaten Langkat
Memiliki persentase kemiskinan yang sama dengan wilayah sebelumnya yaitu 8,42 persen, dengan peringkat nasional yang sama di posisi 271. Wilayah ini memiliki jumlah penduduk miskin paling besar di antara kelompok ini yaitu sebesar 90.280 jiwa, dengan penurunan angka kemiskinan sebesar 6,86 persen. Pendapatan per kapita tercatat 62,53 juta rupiah per tahun, dan garis kemiskinan 528,07 ribu rupiah per kapita per bulan.
Kabupaten Samosir
(Baca: 13,28% Penduduk di Kabupaten Banjarnegara Masuk Kategori Miskin)
Peringkat 182 nasional untuk angka kemiskinan, tercatat sebesar 10,79 persen atau sedikit lebih tinggi dibandingkan Kabupaten Batu Bara. Penurunan angka kemiskinan tahun terakhir mencapai 7,22 persen, dengan total penduduk miskin 13.800 jiwa. Pendapatan per kapita masyarakat tercatat 44,95 juta rupiah per tahun, dengan garis kemiskinan sebesar 473,94 ribu rupiah per kapita per bulan.
Kota Sibolga
Berada di peringkat 207 nasional, persentase kemiskinan tercatat 10,28 persen dengan penurunan mencapai 9,75 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin di wilayah kota ini adalah 9.020 jiwa, menjadi yang paling sedikit dalam kelompok perbandingan ini. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 82,12 juta rupiah per tahun, dengan garis kemiskinan sebesar 637,14 ribu rupiah per kapita per bulan.
Kota Tanjung Balai
Peringkat 187 nasional untuk indikator persentase kemiskinan, tercatat angka 10,67 persen dengan penurunan terbesar di kelompok ini yaitu 10,86 persen pada satu tahun terakhir. Total penduduk miskin berjumlah 20.020 jiwa. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 69,88 juta rupiah per tahun, dengan garis kemiskinan sebesar 619,56 ribu rupiah per kapita per bulan.
Kota Tebing Tinggi
Memiliki persentase kemiskinan sebesar 8,74 persen, berada di peringkat 258 nasional untuk indikator ini. Wilayah ini mencatat penurunan paling kecil yaitu hanya 0,57 persen pada tahun terakhir. Total penduduk miskin berjumlah 15.360 jiwa, dengan pendapatan per kapita 45,17 juta rupiah per tahun dan garis kemiskinan 691,27 ribu rupiah per kapita per bulan.