Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase penduduk miskin Kabupaten Lamongan tahun 2025 berada di angka 12,03 persen. Nilai ini turun sedikit 0,13 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan total penduduk miskin tercatat 145.450 jiwa atau berkurang 1.530 jiwa dari periode 2024.
Dari data historis periode 2004 sampai 2025, persentase kemiskinan tertinggi Kabupaten Lamongan tercatat pada tahun 2007 sebesar 25,79 persen. Sedangkan nilai terendah tercatat pada tahun 2025, dengan penurunan berkelanjutan terjadi setelah tahun 2021 yang sempat terjadi kenaikan angka kemiskinan selama dua tahun berturut-turut.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Gianyar | 2004 - 2025)
Secara peringkat nasional, Kabupaten Lamongan saat ini berada di urutan 147 dari 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia untuk indikator persentase kemiskinan. Peringkat ini membaik 15 posisi dibandingkan tahun 2024, dan merupakan peringkat terbaik yang pernah dicapai wilayah ini sepanjang periode pencatatan.
Kabupaten Bojonegoro
Berada di peringkat 158 nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatat angka 11,49 persen dengan penurunan 1,71 persen pada tahun terakhir. Total penduduk miskin tercatat 144.900 jiwa, garis kemiskinan berada di angka 490,30 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 78,89 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Bondowoso
Peringkat 141 nasional menjadi posisi wilayah ini untuk indikator persentase kemiskinan, dengan nilai tercatat 12,20 persen dan penurunan 3,17 persen pada periode terakhir. Garis kemiskinan disini tercatat 526,33 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat berada pada angka 35,87 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Madiun
(Baca: 10 Provinsi dengan Harga Beras Kualitas Medium II Paling Mahal (Jumat, 5 Juni 2026))
Pada peringkat 198 nasional, persentase kemiskinan wilayah ini tercatat 10,40 persen dengan penurunan 2,16 persen tahun lalu. Total penduduk miskin tercatat 71.590 jiwa, garis kemiskinan berada di 476,51 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 36,12 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Pacitan
Berada di urutan 124 nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatat angka 12,97 persen dengan penurunan hanya 0,84 persen pada periode terakhir. Garis kemiskinan disini merupakan yang terendah dari seluruh kelompok wilayah ini, yaitu 386,17 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita 38,22 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Pamekasan
Peringkat 130 nasional menjadi posisi wilayah ini, dengan persentase kemiskinan tercatat 12,77 persen dan penurunan 4,77 persen menjadi penurunan terbesar di kelompok wilayah ini. Total penduduk miskin tercatat 118.520 jiwa, garis kemiskinan 482,28 ribu rupiah per kapita per bulan, pendapatan per kapita 27,21 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Situbondo
Pada urutan 167 nasional untuk indikator persentase kemiskinan, wilayah ini mencatat angka 11,17 persen dengan penurunan 2,95 persen pada tahun terakhir. Garis kemiskinan tercatat 428,10 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat wilayah ini mencapai 41,14 juta rupiah per tahun.