Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data persentase kemiskinan Kabupaten Lamongan tahun 2025 sebesar 12,03 persen. Angka ini sedikit turun dibanding tahun sebelumnya yang tercatat 12,16 persen, dengan penurunan pertumbuhan sebesar 1,07 persen. Jumlah penduduk miskin di wilayah ini tercatat 145.450 jiwa, berkurang sebanyak 1.530 jiwa dari periode tahun sebelumnya.
Data historis periode 2004 sampai 2025 menunjukkan persentase kemiskinan tertinggi Kabupaten Lamongan terjadi pada tahun 2007 sebesar 25,79 persen, sedangkan terendah tercatat pada tahun 2025 saat ini. Tercatat anomali peningkatan terjadi pada tahun 2020 dan 2021, dimana angka kemiskinan naik berturut-turut sebesar 4,84 persen dan 0,07 persen setelah sebelumnya turun konsisten selama 11 tahun.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Musi Rawas | 2004 - 2025)
Secara nasional, Kabupaten Lamongan saat ini berada pada peringkat 147 dari 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia untuk indikator persentase kemiskinan. Peringkat wilayah ini sempat berada di posisi 176 pada tahun 2023, sebelum bergeser membaik ke posisi 162 tahun 2024 dan terus membaik hingga posisi saat ini. Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir sebesar 12,20 persen, lebih rendah 0,52 persen dibanding rata-rata 5 tahun terakhir.
Kabupaten Bojonegoro
Berada di peringkat 158 nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatatkan angka 11,49 persen dengan penurunan 1,71 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 144.900 jiwa, sedikit lebih rendah dibanding Lamongan. Garis kemiskinan ditetapkan sebesar 490,30 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 78,89 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Bondowoso
Peringkat 141 nasional, persentase kemiskinan tercatat 12,20 persen dengan penurunan sebesar 3,17 persen menjadi penurunan terbesar diantara kelompok kabupaten ini. Terdapat 96.710 jiwa penduduk miskin, sementara garis kemiskinan wilayah berada di angka 526,33 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat tercatat 35,87 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Madiun
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Gorontalo Utara | 2007 - 2025)
Menduduki peringkat 198 nasional untuk indikator persentase kemiskinan, angka di wilayah ini tercatat 10,40 persen dengan penurunan 2,16 persen pada periode terakhir. Jumlah penduduk miskin mencapai 71.590 jiwa. Garis kemiskinan ditetapkan sebesar 476,51 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 36,12 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Pacitan
Berada di peringkat 124 nasional, persentase kemiskinan wilayah ini tercatat 12,97 persen dengan penurunan hanya 0,84 persen pada tahun terakhir. Terdapat 72.470 jiwa penduduk miskin di wilayah ini. Garis kemiskinan menjadi yang terendah di kelompok ini yaitu 386,17 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat 38,22 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Pamekasan
Peringkat 130 secara nasional, persentase kemiskinan tercatat 12,77 persen dengan penurunan sebesar 4,77 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin di wilayah ini mencapai 118.520 jiwa. Garis kemiskinan ditetapkan sebesar 482,28 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat tercatat 27,21 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Situbondo
Menduduki peringkat 167 nasional untuk indikator persentase kemiskinan, angka di wilayah ini tercatat 11,17 persen dengan penurunan 2,95 persen pada periode terakhir. Terdapat 78.020 jiwa penduduk miskin di wilayah ini. Garis kemiskinan tercatat 428,10 ribu rupiah per kapita per bulan, sementara pendapatan per kapita masyarakat mencapai 41,14 juta rupiah per tahun.