Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan semester 2025 untuk Kabupaten Gianyar, Bali. Persentase penduduk miskin tercatat 3,71 persen, turun 0,29 persen dibanding tahun 2024. Jumlah penduduk miskin saat ini mencapai 20.000 jiwa, turun 1.450 jiwa dari tahun sebelumnya dengan pertumbuhan minus 6,76 persen.
(Baca: 10 Provinsi dengan Harga Beras Kualitas Medium II Paling Mahal (Jumat, 5 Juni 2026))
Secara nasional, Kabupaten Gianyar menempati peringkat 485 dari 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia untuk indikator persentase kemiskinan. Di wilayah Nusa Tenggara dan Bali, kabupaten ini berada di urutan 39. Data historis menunjukkan angka kemiskinan Gianyar tercatat tertinggi pada 2004 sebesar 7,22 persen, dan terendah pada tahun 2025 ini.
Selama periode 2004 sampai 2025, persentase kemiskinan Gianyar mengalami naik turun. Pertumbuhan angka kemiskinan tertinggi tercatat pada 2021 sebesar 18,87 persen, sedangkan pertumbuhan terendah tercatat pada 2011 sebesar minus 19,16 persen. Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir berada di angka 4,06 persen, lebih tinggi dibanding angka 2025.
Rata-rata persentase kemiskinan selama 5 tahun terakhir tercatat 4,40 persen, angka ini juga masih lebih tinggi dibanding capaian tahun 2025. Peringkat nasional kabupaten ini sempat berada di urutan 365 pada 2004, lalu terus bergeser turun hingga akhirnya berada di urutan 485 pada tahun ini.
Kabupaten Bangli
Wilayah ini menempati peringkat 434 nasional untuk persentase kemiskinan, dengan angka tercatat 4,83 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 11.280 jiwa dengan pertumbuhan minus 4,33 persen. Garis kemiskinan disini tercatat 486,01 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 34,79 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan 7,78 persen.
(Baca: Harga Beras Kualitas Medium II di Pasar Tradisional Kalimantan Selatan Hari Ini Stabil di Rp21,95 Ribu , Update 05 Juni 2026)
Kota Denpasar
Menduduki peringkat 512 nasional persentase kemiskinan, angka wilayah ini tercatat 2,16 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 23.200 jiwa dengan pertumbuhan minus 14,92 persen. Garis kemiskinan tercatat 862,52 ribu rupiah per kapita per bulan, pendapatan per kapita masyarakat mencapai 93,25 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan 7,89 persen pada periode yang sama.
Kabupaten Jembrana
Peringkat 462 nasional menjadi posisi wilayah ini untuk indikator persentase kemiskinan, dengan angka tercatat 4,33 persen. Jumlah penduduk miskin tercatat 12.450 jiwa, mengalami turun sedikit dengan pertumbuhan minus 3,49 persen. Garis kemiskinan disini tercatat 554,14 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 55,65 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Tabanan
Persentase kemiskinan wilayah ini tercatat 4,23 persen dengan peringkat 467 secara nasional. Jumlah penduduk miskin mencapai 19.450 jiwa, mengalami turun sedikit dengan pertumbuhan minus 3,52 persen. Garis kemiskinan tercatat 628,22 ribu rupiah per kapita per bulan, pendapatan per kapita masyarakat mencapai 63,91 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan 8,10 persen.
Kabupaten Badung
Menduduki peringkat 514 secara nasional untuk persentase kemiskinan, angka wilayah ini tercatat 1,90 persen menjadi yang terendah di seluruh Indonesia. Jumlah penduduk miskin tercatat 14.660 jiwa dengan pertumbuhan minus 13,10 persen. Garis kemiskinan tercatat 769,56 ribu rupiah per kapita per bulan, pendapatan per kapita masyarakat mencapai 142,34 juta rupiah per tahun.