Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan Kabupaten Bengkalis, Riau periode semester 2025. Persentase penduduk miskin saat ini tercatat 6,08 persen, turun sebesar 4,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin tercatat 35.110 jiwa, berkurang 1.450 jiwa dari tahun sebelumnya.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Perawatan Kulit Kab. Supiori | 2024)
Sepanjang periode 2004 sampai 2025, persentase kemiskinan wilayah ini pernah mencapai titik tertinggi 11,56 persen pada tahun 2006, dan terendah 6,08 persen pada tahun 2025 ini. Pertumbuhan angka kemiskinan terbesar turun 20,98 persen pada tahun 2005, sedangkan pertumbuhan terbesar naik sebesar 34,58 persen pada tahun 2006.
Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir sebesar 6,25 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir sebesar 6,29 persen. Saat ini posisi rangking persentase kemiskinan Kabupaten Bengkalis berada di urutan 377 dari 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia. Selama 21 tahun terakhir, urutan rangking wilayah ini bergeser dari posisi 298 pada tahun 2004.
Kabupaten Indragiri Hilir
Berada pada rangking 429 nasional untuk persentase kemiskinan, dengan nilai 4,95 persen dan mengalami turun sebesar 12,54 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 35.970 jiwa, garis kemiskinan sebesar 642,78 ribu rupiah per kapita per bulan, dan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 15,12 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Indragiri Hulu
Rangking persentase kemiskinan nasional berada di urutan 394, dengan nilai 5,83 persen dan mengalami sedikit turun sebesar 3,16 persen pada periode laporan terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 26.880 jiwa, garis kemiskinan wilayah ini 673,98 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita sebesar 13,83 juta rupiah per tahun.
(Baca: Persentase Penduduk Miskin di Perdesaan di Papua Barat Daya | 2025)
Kabupaten Kampar
Pada urutan 363 seluruh Indonesia untuk indikator persentase kemiskinan, nilai tercatat 6,29 persen dengan penurunan sebesar 9,10 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 58.710 jiwa, garis kemiskinan sebesar 600,39 ribu rupiah per kapita per bulan, dan pendapatan per kapita masyarakat sebesar 13,92 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Kuantan Singingi
Rangking 326 nasional untuk persentase kemiskinan dengan nilai 6,99 persen, mengalami penurunan sebesar 11,41 persen pada periode terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 22.680 jiwa, garis kemiskinan wilayah merupakan yang tertinggi di kelompok ini yaitu 751,17 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita 16,57 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Rokan Hilir
Satu-satunya wilayah dalam kelompok ini yang mencatatkan kenaikan persentase kemiskinan, yaitu sebesar 2,14 persen menjadi 7,16 persen, dengan rangking nasional 322. Jumlah penduduk miskin tercatat 55.490 jiwa, garis kemiskinan sebesar 559,70 ribu rupiah per kapita per bulan, pendapatan per kapita mencapai 15,84 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Siak
Memiliki rangking 456 nasional untuk persentase kemiskinan dengan nilai terendah di kelompok ini yaitu 4,40 persen, mengalami penurunan sebesar 13,39 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 23.500 jiwa, garis kemiskinan sebesar 607,60 ribu rupiah per kapita per bulan, dan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 26,87 juta rupiah per tahun.