Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data Persentase Penduduk Miskin di Perdesaan Provinsi Papua Barat Daya periode semester II tahun 2025 sebesar 30,77 Persen. Pada periode ini, terjadi kenaikan sebesar 1,06 poin dibandingkan semester sebelumnya, dengan pertumbuhan sebesar 3,57 Persen. Data historis mencatat fluktuasi angka kemiskinan perdesaan selama 4 semester terakhir, dengan penurunan terendah terjadi pada semester II 2024 sebesar 1,88 poin, sementara kenaikan tertinggi tercatat pada semester I 2025 sebesar 3,81 poin. Rata-rata angka kemiskinan perdesaan selama 3 semester terakhir berada di angka 28,79 Persen, sehingga posisi semester II 2025 tercatat lebih tinggi 1,98 poin dari rata-rata periode tersebut.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran per Kapita per Bulan untuk bukan Makanan Periode 2013-2024)
Selama periode pencatatan, peringkat Papua Barat Daya di tingkat pulau Papua berpindah dari posisi 4, sempat turun ke posisi 6 pada semester II 2024, sebelum kembali membaik ke posisi 3 pada semester terbaru. Peringkat tingkat nasional juga mengikuti pola pergerakan yang sama, kini menempati urutan ke-3 secara nasional untuk angka kemiskinan perdesaan. Dibandingkan rata-rata 5 semester terakhir, angka semester ini menunjukkan kondisi yang lebih buruk, dengan kenaikan angka kemiskinan sebesar 2,12 poin di atas rata-rata periode.
Papua Tengah
Papua Tengah menempati peringkat pertama tertinggi angka kemiskinan perdesaan di wilayah Pulau Papua sekaligus peringkat pertama secara nasional pada semester II 2025. Wilayah ini mencatatkan angka akhir sebesar 39,14 Persen, dengan kenaikan sebesar 2,60 poin dibandingkan semester sebelumnya dan pertumbuhan sebesar 7,12 Persen. Angka ini merupakan nilai tertinggi dibandingkan seluruh provinsi di pulau yang sama, bahkan terpaut hampir 8,37 poin di atas angka yang dicatatkan Papua Barat Daya pada periode yang sama. Pertumbuhan angka kemiskinan di wilayah ini juga tercatat paling tinggi dibandingkan empat provinsi lainnya di Pulau Papua.
Papua
Provinsi Papua berada di urutan kedua untuk angka kemiskinan perdesaan di wilayah Pulau Papua serta peringkat kedua secara nasional. Pada semester terbaru, wilayah ini mencatatkan nilai sebesar 38,00 Persen, menjadi satu-satunya wilayah di Pulau Papua yang mengalami penurunan angka kemiskinan sedikit pada periode ini. Tercatat penurunan sebesar 0,47 poin dibandingkan semester sebelumnya dengan pertumbuhan negatif sebesar 1,22 Persen. Meskipun mengalami penurunan, angka kemiskinan perdesaan di provinsi ini masih berada 7,23 poin lebih tinggi dibandingkan nilai yang dicapai Papua Barat Daya.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kota Kendari | 2004 - 2025)
Papua Barat Daya
Papua Barat Daya menempati urutan ketiga angka kemiskinan perdesaan di Pulau Papua dan juga peringkat ketiga secara nasional pada semester II 2025. Wilayah ini mencatatkan angka akhir sebesar 30,77 Persen, dengan kenaikan sebesar 1,06 poin dibandingkan periode sebelumnya dan pertumbuhan sebesar 3,57 Persen. Angka ini berada di tengah rentang nilai seluruh provinsi di Pulau Papua, terpaut 8,37 poin di bawah provinsi tertinggi dan 2,98 poin di atas provinsi dengan nilai terendah. Peringkat wilayah ini naik satu tingkat dibandingkan periode pencatatan semester sebelumnya.
Papua Pegunungan
Papua Pegunungan berada di peringkat keempat untuk indikator kemiskinan perdesaan di wilayah Pulau Papua dan peringkat keempat secara nasional. Pada semester terbaru, wilayah ini mencatatkan nilai sebesar 30,25 Persen, mengalami penurunan sebesar 1,11 poin dibandingkan semester sebelumnya dengan pertumbuhan negatif sebesar 3,54 Persen. Angka ini hanya terpaut 0,52 poin di bawah nilai yang dicapai Papua Barat Daya, menjadikan kedua wilayah ini memiliki selisih angka kemiskinan perdesaan yang sangat dekat pada periode ini. Penurunan yang terjadi juga termasuk salah satu penurunan terbesar di Pulau Papua pada semester ini.
Papua Selatan
Papua Selatan menempati urutan kelima atau terendah angka kemiskinan perdesaan di wilayah Pulau Papua serta peringkat kelima secara nasional. Wilayah ini mencatatkan angka akhir sebesar 27,79 Persen, mengalami penurunan sebesar 1,07 poin dibandingkan semester sebelumnya dengan pertumbuhan negatif sebesar 3,71 Persen. Angka ini merupakan nilai terendah di seluruh provinsi di Pulau Papua, terpaut 2,98 poin di bawah nilai Papua Barat Daya dan 11,35 poin di bawah provinsi dengan angka kemiskinan tertinggi. Penurunan angka kemiskinan yang terjadi merupakan penurunan terbesar dibandingkan seluruh wilayah di pulau yang sama.