Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data persentase kemiskinan Kota Kendari periode semester 2025 sebesar 4,18 persen. Angka ini sedikit turun dibanding tahun sebelumnya yang tercatat 4,23 persen, dengan penurunan pertumbuhan sebesar 1,18 persen. Jumlah penduduk miskin di wilayah ini tercatat 18.380 jiwa, sedikit naik sebanyak 180 jiwa dari tahun sebelumnya.
(Baca: Keadaan Angkatan Kerja di Kota Kendari pada 2024)
Selama periode 2004 sampai 2025, persentase kemiskinan Kota Kendari pernah mencapai titik tertinggi pada tahun 2006 sebesar 12,51 persen. Angka terendah tercatat pada tahun 2025 ini. Pertumbuhan angka kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2005 sebesar 20,48 persen, sementara penurunan terbesar tercatat pada tahun 2007 sebesar 18,86 persen.
Dari seluruh 514 kabupaten kota di Indonesia, Kota Kendari saat ini menempati urutan ke 470 untuk indikator persentase kemiskinan. Posisi ini terus bergeser membaik sejak tahun 2004 yang awalnya berada di urutan 343. Selama 3 tahun terakhir rata-rata persentase kemiskinan wilayah ini berada di angka 4,33 persen, lebih rendah dibanding rata-rata 5 tahun terakhir yang mencapai 4,49 persen.
Kota Bau Bau
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kota Sukabumi | 2004 - 2025)
Wilayah ini menempati urutan ke 334 secara nasional untuk persentase kemiskinan, dengan angka saat ini tercatat 6,83 persen. Angka kemiskinan mengalami penurunan sebesar 7,7 persen pada periode terakhir. Garis kemiskinan di wilayah ini sebesar 462,88 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 75,90 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Bombana
Secara nasional wilayah ini berada di urutan 211 untuk indikator persentase kemiskinan, dengan nilai saat ini 10,14 persen. Tercatat penurunan persentase kemiskinan sebesar 3,8 persen pada periode laporan terakhir. Garis kemiskinan masyarakat berada pada angka 441,76 ribu rupiah per kapita per bulan, sementara pendapatan per kapita tahunan tercatat 59,79 juta rupiah.
Kabupaten Kolaka
Untuk persentase kemiskinan, wilayah ini menempati urutan 209 secara nasional dengan angka saat ini 10,19 persen. Penurunan persentase kemiskinan tercatat paling besar diantara tiga wilayah pembanding yaitu sebesar 12,68 persen. Garis kemiskinan tercatat 493,07 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita tahunan mencapai 162,54 juta rupiah.