Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data persentase kemiskinan Kota Sukabumi semester 2025 sebesar 6,9 persen. Angka ini turun 0,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan pertumbuhan minus 4,17 persen. Jumlah penduduk miskin saat ini tercatat 23.170 jiwa, berkurang 930 jiwa dari periode 2024.
(Baca: Garis Kemiskinan Makanan dan Nonmakanan Nusa Tenggara Timur Desember 2025: Naik Jadi Rp.549,61 Ribu per Kapita/Bulan)
Selama periode 2004 sampai 2025, persentase kemiskinan wilayah ini pernah mencapai nilai tertinggi 10,41 persen pada tahun 2008. Nilai terendah tercatat pada tahun 2004 yaitu 6,16 persen. Pertumbuhan angka kemiskinan tertinggi terjadi tahun 2008 sebesar 43,39 persen, sedangkan pertumbuhan terendah tahun 2007 yaitu minus 11,46 persen.
Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir adalah 7,24 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir sebesar 7,59 persen. Angka tahun 2025 berada sedikit dibawah kedua rata-rata tersebut. Peringkat persentase kemiskinan se-Indonesia saat ini berada di urutan 332 dari total 514 kabupaten/kota.
Kabupaten Bogor
Berada di peringkat 364 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan, dengan nilai 6,26 persen dan turun 11,21 persen tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 401.860 jiwa, garis kemiskinan sebesar 531,41 ribu rupiah per kapita per bulan, pendapatan per kapita mencapai 58,79 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan 7,16 persen.
Kabupaten Ciamis
Persentase kemiskinan tercatat 7,19 persen, berada di peringkat 319 secara nasional. Angka ini turun sedikit sebesar 2,71 persen pada periode terakhir. Jumlah penduduk miskin mencapai 88.720 jiwa, garis kemiskinan 483,64 ribu rupiah per kapita per bulan, pendapatan per kapita masyarakat sebesar 36,79 juta rupiah per tahun.
(Baca: 26,52% Penduduk di Kabupaten Manokwari Selatan Masuk Kategori Miskin)
Kabupaten Karawang
Dengan persentase kemiskinan 7,08 persen, wilayah ini menempati peringkat 325 dari seluruh kabupaten/kota di Indonesia. Pertumbuhan angka kemiskinan turun 9,92 persen tahun lalu. Tercatat 169.800 jiwa penduduk masuk kategori miskin, garis kemiskinan 617,90 ribu rupiah per kapita per bulan, pendapatan per kapita 130,65 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Purwakarta
Peringkat 293 secara nasional untuk indikator persentase kemiskinan, dengan nilai tercatat 7,87 persen. Angka ini mengalami penurunan 6,42 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin mencapai 76.510 jiwa, garis kemiskinan sebesar 483,97 ribu rupiah per kapita per bulan, pendapatan per kapita 89,22 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Sukabumi
Persentase kemiskinan tercatat 6,41 persen dan berada pada peringkat 355 se-Indonesia. Angka kemiskinan turun 6,70 persen pada periode laporan terakhir. Jumlah penduduk miskin mencapai 164.630 jiwa, garis kemiskinan 431,79 ribu rupiah per kapita per bulan, pendapatan per kapita 33,44 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Bandung
Menempati peringkat 380 secara nasional untuk indikator persentase kemiskinan, dengan nilai tercatat 6,04 persen. Pertumbuhan angka kemiskinan mengalami penurunan sebesar 2,42 persen tahun lalu. Jumlah penduduk miskin tercatat 236.060 jiwa, garis kemiskinan 468,97 ribu rupiah per kapita per bulan, pendapatan per kapita 47,56 juta rupiah per tahun.