Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase penduduk miskin Kota Sukabumi tahun 2025 sebesar 6,9 persen. Angka ini turun 0,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan penurunan sebesar 4,17 persen. Total penduduk miskin di wilayah ini tercatat 23.170 jiwa, turun sebanyak 930 jiwa dari tahun lalu. Saat ini Kota Sukabumi menempati peringkat 332 secara nasional untuk persentase kemiskinan.
(Baca: Provinsi Nusa Tenggara Barat Ekspor US$11,73 Ribu Buah Buahan dan Sayur Sayuran)
Catatan historis 2004-2025 menunjukkan persentase kemiskinan Kota Sukabumi pernah mencapai angka tertinggi 10,41 persen pada tahun 2008. Angka terendah tercatat pada tahun 2019 yaitu 6,67 persen. Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir berada di angka 7,23 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir tercatat 7,79 persen. Peringkat nasional wilayah ini bergeser 7 posisi lebih baik selama 2 tahun terakhir.
Dalam perbandingan antar wilayah tetangga di Jawa Barat, Kota Sukabumi memiliki penurunan persentase kemiskinan sedikit lebih besar dibandingkan Kabupaten Bandung, namun lebih kecil dibandingkan Kabupaten Bogor. Dari 6 wilayah dengan tingkat kemiskinan berdekatan, Kota Sukabumi menempati urutan tengah untuk laju penurunan angka kemiskinan tahun 2025.
Kabupaten Bandung
Berada di peringkat 380 nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatat angka kemiskinan 6,04 persen dengan penurunan sebesar 2,42 persen pada tahun terakhir. Garis kemiskinan tercatat 468,97 ribu rupiah per kapita per bulan, sementara pendapatan per kapita masyarakat mencapai 47,56 juta rupiah per tahun. Total penduduk miskin di wilayah ini mencapai 236.060 jiwa dengan laju penurunan sebesar 1,59 persen tahun lalu.
Kabupaten Bogor
Peringkat 364 secara nasional menjadi posisi wilayah ini untuk indikator persentase kemiskinan, dengan angka tercatat 6,26 persen dan penurunan sebesar 11,21 persen. Garis kemiskinan berada pada angka 531,41 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat tercatat 58,79 juta rupiah per tahun. Total penduduk miskin mencapai 401.860 jiwa, menjadi angka tertinggi diantara seluruh wilayah dalam kelompok perbandingan ini.
Kabupaten Ciamis
(Baca: BPS: Jumlah Penduduk Miskin di Banten Turun 1,54%(Data Desember 2025))
Di peringkat 319 nasional, persentase kemiskinan tercatat 7,19 persen dengan penurunan sebesar 2,71 persen pada periode terakhir. Garis kemiskinan wilayah ini berada di angka 483,64 ribu rupiah per kapita per bulan, sementara pendapatan per kapita masyarakat mencapai 36,79 juta rupiah per tahun. Total penduduk miskin tercatat 88.720 jiwa dengan laju penurunan sebesar 2,28 persen tahun lalu.
Kabupaten Karawang
Posisi peringkat 325 nasional ditempati untuk indikator persentase kemiskinan, dengan angka tercatat 7,08 persen dan penurunan sebesar 9,92 persen. Garis kemiskinan wilayah ini merupakan yang tertinggi di kelompok yaitu 617,90 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita mencapai 130,65 juta rupiah per tahun. Total penduduk miskin tercatat 169.800 jiwa dengan laju penurunan sebesar 9,57 persen pada periode lalu.
Kabupaten Purwakarta
Berada di peringkat 293 nasional, persentase kemiskinan wilayah ini tercatat 7,87 persen dengan penurunan sebesar 6,42 persen tahun terakhir. Garis kemiskinan tercatat 483,97 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 89,22 juta rupiah per tahun. Total penduduk miskin di wilayah ini tercatat 76.510 jiwa, menjadi angka terendah diantara seluruh wilayah dalam kelompok perbandingan.
Kabupaten Sukabumi
Peringkat 355 secara nasional menjadi posisi wilayah ini untuk indikator persentase kemiskinan, dengan angka tercatat 6,41 persen dan penurunan sebesar 6,70 persen. Garis kemiskinan wilayah ini tercatat 431,79 ribu rupiah per kapita per bulan, menjadi angka terendah di seluruh kelompok perbandingan. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 33,44 juta rupiah per tahun, dengan total penduduk miskin tercatat 164.630 jiwa.