Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Teluk Wondama Turun 5,1% Setahun Terakhir
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat mencapai 15,98% pada 2025.
Angka tersebut turun 5,1% dari tahun sebelumnya sebesar 21,08%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir naik 2,68%.
Rata-rata PoU Indonesia sebesar 7,89% pada 2025. Berarti, PoU di Kabupaten Teluk Wondama lebih tinggi dibanding rata-rata nasional.
Menurut Badan Pangan Nasional (Bapanas), PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.
Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.
Ini artinya, penduduk di Kabupaten Teluk Wondama yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 15,98% dari total penduduk.
Dibanding 6 kabupaten/kota lain di Provinsi Papua Barat, PoU di Kabupaten Teluk Wondama ada di urutan pertama. Wilayah dengan PoU tertinggi (urutan terakhir) yakni Kabupaten Pegunungan Arfak (30,71%).
Berikut ini daftar PoU terendah di seluruh kabupaten/kota Provinsi Papua Barat pada 2025.
- Kabupaten Teluk Wondama: 15,98%
- Kabupaten Teluk Bintuni: 17,54%
- Kabupaten Manokwari Selatan: 18,81%
- Kabupaten Manokwari: 19,68%
- Kabupaten Fak Fak: 21,22%
- Kabupaten Kaimana: 21,98%
- Kabupaten Pegunungan Arfak: 30,71%
(Baca: Persentase Penduduk Miskin Kabupaten dan Kota di NTT pada 2025)