Jumlah pekerja di Kota Jakarta Timur mengalami trend kenaikan dalam 15 tahun terakhir. Sementara itu dalam lima tahun terakhir, jumlah pekerja dalam tren naik. Tercatat pada tahun 2022 jumlah pekerja sebanyak 1,27 juta pekerja kemudian jumlahnya naik menjadi 1,44 juta pekerja pada tahun 2024.
Data penduduk yang bekerja ini dihasilkan dari survei sakernas tahunan yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Definisi penduduk yang bekerja dalam metode survei sakernas di definisikan seperti berikut. Penduduk adalah mereka yang telah berusia 15 tahun ke atas.
(Baca: Jumlah Sekolah SMA di Sulawesi Barat | 2025)
Arti penduduk yang bekerja yakni mereka yang melakukan pekerjaan dengan maksud memperoleh atau membantu memperoleh penghasilan atau keuntungan paling sedikit selama satu jam dalam seminggu terakhir. Bekerja selama satu jam tersebut harus dilakukan berturut-turut dan tidak terputus.
Sementara itu, Tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kota Jakarta Timur pada Desember 2024, berkurang 0,29% menjadi 6,95% dibandingkan dengan Desember 2023. Sementara dibanding Desember 2022, tingkat pengangguran terbuka (TPT) juga tercatat turun dari sebelumnya yang mencapai 8,39%.
Tingkat pengangguran terbuka (TPT) bersumber dari BPS. Data diproduksi tahunan dengan satuan persen. Data ini tersedia untuk periode 2018-2024.
Penduduk usia kerja adalah penduduk berumur 15 tahun ke atas. Mereka yang disebut pengangguran yakni:
a. Penduduk yang tidak punya pekerjaan dan sedang mencari pekerjaan.
b. Tidak punya pekerjaan dan sedang mempersiapkan usaha baru.
c. Tidak punya pekerjaan dan tidak mencari pekerjaan, karena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan.
d. Sudah punya pekerjaan/usaha, tetapi belum mulai bekerja/berusaha.
Definisi dari TPT adalah persentase jumlah pengangguran terhadap jumlah angkatan kerja.
Berkurangnya data tingkat pengangguran terbuka (TPT) ini, tercermin dari angka penduduk yang bekerja dan jumlah angkatan kerja yang dipublish BPS tahun ini. Jumlah angkatan kerja di Kota Jakarta Timur mengalami trend kenaikan dalam 17 tahun terakhir. Namun sebaliknya, kondisi pasca covid dalam lima tahun terakhir, jumlah angkatan kerja dalam tren naik. Tercatat pada tahun 2022 jumlah angkatan kerja sebanyak 1,39 juta pekerja kemudian jumlahnya naik menjadi 1,55 juta pekerja pada tahun 2024.
Dibandingkan kabupaten/kota lainnya, tingkat pengangguran terbuka di kabupaten/kota ini berada di urutan 51 secara nasional. Adapun rata-rata nasional tingkat pengangguran terbuka pada Desember 2024 yakni 4,1%.
Turunnya tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kota Jakarta Timur berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi yang anjlok di tahun 2024. Perekonomian di wilayah ini pada 2024 lalu tercatat 4,49 persen. Sebelumnya pada 2023 pertumbuhan ekonomi di kabupaten/kota ini tercatat 5,15 persen.
Data Kependudukan di Kota Jakarta Timur:
Jumlah penduduk di Kota Jakarta Timur tercatat 3,25 juta jiwa data per 2024. Untuk data terakhir ini, jumlah penduduk mengalami penurunan. Selama lima tahun terakhir, rata-rata pertumbuhan tahunan (CAGR) jumlah penduduk di wilayah ini sebesar 2,07%. Pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan lima tahun sebelumnya yang tercatat 0,69%.
(Baca: Jumlah Penduduk Bekerja di Kabupaten Merangin 199,5 Ribu dan Angka Pengangguran 4,18%)
Dibandingkan dengan kabupaten/kota lain di provinsi DKI Jakarta, jumlah penduduk Kota Jakarta Timur merupakan yang tertinggi dibandingkan dengan kabupaten/kota lain, sementara bila dikelompokkan per pulau, Kota Jakarta Timur termasuk kategori lima besar.
Berikut ini jumlah penduduk menurut umur di Kota Jakarta Timur pada Juni 2024 bersumber dari publikasi BPS :
- Umur 0-4 tahun 198,76 ribu jiwa (6,11%)
- Umur 5-9 tahun 272,58 ribu jiwa (8,37%)
- Umur 10-14 tahun 277,94 ribu jiwa (8,54%)
- Umur 15-19 tahun 240,75 ribu jiwa (7,4%)
- Umur 20-24 tahun 262,3 ribu jiwa (8,06%)
- Umur 25-29 tahun 250,24 ribu jiwa (7,69%)
- Umur 30-34 tahun 253,09 ribu jiwa (7,78%)
- Umur 35-39 tahun 253,32 ribu jiwa (7,78%)
- Umur 40-44 tahun 280,47 ribu jiwa (8,62%)
- Umur 45-49 tahun 254,94 ribu jiwa (7,83%)
- Umur 50-54 tahun 218,4 ribu jiwa (6,71%)
- Umur 55-59 tahun 174,81 ribu jiwa (5,37%)
- Umur 60-64 tahun 127,37 ribu jiwa (3,91%)
- Umur 65-69 tahun 88,89 ribu jiwa (2,73%)
- Umur 70-74 tahun 55,51 ribu jiwa (1,71%)
- Umur lebih dari 75 tahun 45,62 ribu jiwa (1,4%)