Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat penurunan persentase kemiskinan di Kabupaten Muaro Jambi menjadi 3,65% pada 2024. Angka ini lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 4,43%. Jumlah penduduk miskin juga berkurang dari 20.830 menjadi 17.480 jiwa. Penurunan ini sejalan dengan peningkatan jumlah penduduk dari 435.678 menjadi 449.751 jiwa.
Dibandingkan kabupaten lain di Provinsi Jambi, penurunan persentase kemiskinan Muaro Jambi cukup signifikan. Kabupaten dengan persentase kemiskinan berdekatan adalah Kabupaten Bungo (5,06%), Kabupaten Kerinci (6,93%), Kota Sungai Penuh (2,92%), dan Kabupaten Tebo (6,12%). Pertumbuhan angka kemiskinan Muaro Jambi tercatat -17,61%, lebih baik dibandingkan Kabupaten Bungo (-4,35%), Kabupaten Kerinci (-8,09%), Kota Sungai Penuh (-2,67%), dan Kabupaten Tebo (-5,26%).
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Karang Asem Periode 2004 - 2024)
Secara historis, persentase kemiskinan di Muaro Jambi mengalami fluktuasi selama periode 2004-2024. Persentase kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2004 sebesar 9,65%. Angka kemiskinan terendah terjadi pada tahun 2024 dengan 3,65%. Rata-rata persentase kemiskinan selama tiga tahun terakhir (2022-2024) adalah 4,18%. Rata-rata persentase kemiskinan selama lima tahun terakhir (2020-2024) adalah 4,16%. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada 2021 dengan 18,28%. Rank kemiskinan Muaro Jambi di Indonesia pada tahun 2024 adalah 493.
Jika dibandingkan dengan kabupaten lain di Provinsi Jambi, Muaro Jambi memiliki persentase kemiskinan yang lebih rendah dibandingkan Kabupaten Bungo, Kerinci, dan Tebo. Jumlah penduduk miskin Muaro Jambi juga lebih sedikit dibandingkan Kabupaten Bungo dan Tebo, namun lebih banyak dari Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh. Garis kemiskinan di Muaro Jambi adalah Rp599.370 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat adalah Rp6.91 juta per tahun.
Kabupaten Bungo
Kabupaten Bungo memiliki persentase kemiskinan 5,06%, dengan jumlah penduduk miskin 20.040 jiwa. Persentase ini menempatkan Bungo pada peringkat 441 di Indonesia. Jumlah penduduk Bungo tercatat 376.913 jiwa, dengan pertumbuhan 1,76%. Garis kemiskinan di Bungo mencapai Rp607.714 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita sebesar Rp7,17 juta per tahun. Terjadi penurunan angka kemiskinan sebesar 4,35% di Kabupaten Bungo.
Kabupaten Kerinci
Kabupaten Kerinci mencatat persentase kemiskinan 6,93% dan berada pada peringkat 353 secara nasional. Jumlah penduduk miskin sebanyak 16.830 jiwa. Kabupaten ini memiliki populasi 270.576 jiwa dengan pertumbuhan 2,44%. Garis kemiskinan di Kerinci tercatat Rp606.095 per kapita per bulan, sementara pendapatan per kapita mencapai Rp5,73 juta per tahun. Angka kemiskinan Kerinci mengalami penurunan sebesar 8,09%.
(Baca: Prakiraan Cuaca di Puncak Jaya 08-19 Nov/25)
Kota Sungai Penuh
Kota Sungai Penuh memiliki persentase kemiskinan terendah di antara kabupaten pembanding, yaitu 2,92% dan berada pada peringkat 506 se-Indonesia. Jumlah penduduk miskinnya adalah 2.600 jiwa. Jumlah penduduk Kota Sungai Penuh tercatat 101.716 jiwa, dengan pertumbuhan 0,86%. Garis kemiskinan di kota ini mencapai Rp610.141 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita tertinggi di antara kabupaten pembanding, yakni Rp10,19 juta per tahun. Terjadi penurunan angka kemiskinan sebesar 2,67% di Kota Sungai Penuh.
Kabupaten Tebo
Kabupaten Tebo memiliki persentase kemiskinan 6,12%, yang menempatkannya pada peringkat 397 di Indonesia. Jumlah penduduk miskin di Tebo mencapai 22.480 jiwa. Jumlah penduduk kabupaten ini adalah 367.251 jiwa, dengan pertumbuhan 2,04%. Garis kemiskinan di Tebo tercatat Rp590.573 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita sebesar Rp6,72 juta per tahun. Terjadi penurunan angka kemiskinan sebesar 5,26% di Kabupaten Tebo.