Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase kemiskinan di Kabupaten Karang Asem, Bali, sedikit turun menjadi 6,52% pada 2024. Jumlah penduduk miskin tercatat 27.760 jiwa dari total 536.477 jiwa penduduk.
Dibandingkan tahun sebelumnya, persentase kemiskinan turun 0,61%. Meski demikian, peringkat kemiskinan Karang Asem secara nasional berada di urutan 382 dari 514 kabupaten/kota.
(Baca: Harga Perlengkapan, Peralatan dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga di Kota Kupang Bulan Desember Turun 0,04%)
Secara historis, persentase kemiskinan terendah di Karang Asem terjadi pada 2012 sebesar 5,63%. Tertinggi terjadi pada 2006, mencapai 9,42%. Pertumbuhan angka kemiskinan tertinggi terjadi pada 2006 (22,82%), sedangkan terendah pada 2009 (-16,95%). Dibandingkan rata-rata 3 tahun terakhir (2022-2024), angka kemiskinan saat ini lebih rendah, sementara dibandingkan 5 tahun terakhir (2020-2024), sedikit lebih tinggi.
Jika dibandingkan kabupaten lain di Bali dengan persentase kemiskinan berdekatan, Karang Asem berada di antara Kabupaten Bangli, Buleleng, dan Klungkung. Data ini memberikan gambaran regional tentang tantangan kemiskinan di Pulau Dewata.
Kabupaten Bangli
Kabupaten Bangli menempati urutan 441 secara nasional dalam persentase kemiskinan dengan angka 5,06%, menunjukkan kinerja yang lebih baik dibandingkan Karang Asem. Jumlah penduduk miskin di Bangli tercatat 11.790 jiwa, jauh lebih sedikit dibandingkan Karang Asem, dari total 259.392 jiwa penduduk. Pertumbuhan kemiskinan di Bangli juga mengalami penurunan sebesar 4,17%. Garis kemiskinan di Bangli adalah Rp 465.572 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat Bangli mencapai Rp 32,27 juta per tahun, dengan pertumbuhan sebesar 6,67%. Hal ini menempatkan Bangli pada urutan 408 dalam hal pendapatan per kapita secara nasional.
(Baca: Statistik Persentase Penduduk Miskin di Kota Tanggerang 2016-2025)
Kabupaten Buleleng
Dengan persentase kemiskinan 5,39%, Kabupaten Buleleng berada di peringkat 426 secara nasional. Jumlah penduduk miskin di Buleleng tercatat 36.550 jiwa dari total 826.193 jiwa penduduk. Buleleng mengalami penurunan pertumbuhan kemiskinan sebesar 7,86%. Garis kemiskinan di Buleleng mencapai Rp 570.129 per kapita per bulan. Sementara itu, pendapatan per kapita di Buleleng adalah Rp 50,79 juta per tahun, dengan pertumbuhan 7,14%, menempatkannya pada urutan 254 secara nasional.
Kabupaten Klungkung
Kabupaten Klungkung mencatatkan persentase kemiskinan sebesar 5,30%, menempatkannya pada urutan 430 secara nasional. Jumlah penduduk miskin di Klungkung tercatat 9.680 jiwa dari total 222.763 jiwa penduduk, menunjukkan angka yang lebih rendah dibandingkan Karang Asem. Pertumbuhan kemiskinan di Klungkung mengalami penurunan sebesar 5,53%. Garis kemiskinan di Klungkung adalah Rp 411.010 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat Klungkung mencapai Rp 52,62 juta per tahun, dengan pertumbuhan sebesar 9,05%. Secara nasional, Klungkung berada di urutan 241 dalam hal pendapatan per kapita.