Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase penduduk miskin Kabupaten Toraja Utara tahun 2025 sebesar 10,05 persen. Angka ini turun 0,68 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan penurunan jumlah penduduk miskin sebesar 1.490 jiwa dari total 24.480 jiwa penduduk miskin pada tahun berjalan.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Barito Timur | 2004 - 2025)
Sepanjang periode 2010 hingga 2025, persentase kemiskinan wilayah ini pernah mencapai nilai tertinggi 19,08 persen pada tahun 2010, dan tercatat nilai terendah sepanjang data pada tahun 2025. Pertumbuhan penurunan kemiskinan terbesar terjadi pada tahun 2024 turun 11,47 persen, sementara kenaikan kemiskinan terbesar terjadi pada tahun 2013 sebesar 1,54 persen.
Ranking persentase kemiskinan Kabupaten Toraja Utara secara nasional berada pada urutan 220 dari total 514 kabupaten kota seluruh Indonesia. Urutan ini bergeser turun 6 posisi dibandingkan tahun 2024, yang sebelumnya berada pada urutan 214 secara nasional. Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir sebesar 10,97 persen, lebih rendah 0,92 persen dibandingkan rata-rata 5 tahun terakhir.
Kabupaten Bone
Berada pada urutan 246 secara nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatat angka 9,13 persen dengan penurunan sedikit sebesar 4,70 persen tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 69.730 jiwa, garis kemiskinan sebesar 452,56 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 64,76 juta rupiah per tahun. Pertumbuhan pendapatan per kapita wilayah ini merupakan yang tertinggi dibandingkan seluruh kabupaten dalam kelompok perbandingan.
Kabupaten Enrekang
Urutan 185 secara nasional untuk indikator persentase kemiskinan, dengan catatan angka 10,73 persen dan penurunan sedikit 4,62 persen pada tahun terakhir. Tercatat 23.090 jiwa penduduk miskin, garis kemiskinan sebesar 451,58 ribu rupiah per kapita per bulan, sementara pendapatan per kapita masyarakat berada di angka 46,93 juta rupiah per tahun. Wilayah ini mencatat pertumbuhan pendapatan per kapita sebesar 6,64 persen tahun terakhir.
(Baca: Indeks Inklusi Keuangan di Banten | 2022)
Kabupaten Kepulauan Selayar
Menduduki urutan 189 secara nasional untuk persentase kemiskinan dengan nilai 10,61 persen, penurunan sedikit 1,67 persen menjadi penurunan terkecil pada indikator ini dibandingkan wilayah lain dalam kelompok. Terdapat 14.770 jiwa penduduk miskin, garis kemiskinan tercatat 477,79 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat sebesar 62,11 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Maros
Urutan 250 secara nasional mencatat persentase kemiskinan sebesar 8,90 persen dengan penurunan sedikit 4,51 persen tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 32.670 jiwa, garis kemiskinan wilayah ini merupakan yang tertinggi di kelompok yaitu 560,17 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 71,36 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Pinrang
Berada pada urutan 274 secara nasional untuk persentase kemiskinan, mencatat angka terendah di kelompok yaitu 8,38 persen dengan penurunan sedikit 1,99 persen tahun terakhir. Tercatat 32.520 jiwa penduduk miskin, garis kemiskinan tercatat 426,62 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 66,89 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Tana Toraja
Menduduki urutan 191 secara nasional untuk indikator persentase kemiskinan, dengan catatan angka 10,54 persen dan penurunan sedikit 2,32 persen pada tahun terakhir. Terdapat 25.820 jiwa penduduk miskin, garis kemiskinan tercatat 435,95 ribu rupiah per kapita per bulan, sementara pendapatan per kapita masyarakat berada pada angka 36,98 juta rupiah per tahun, merupakan nilai terendah di seluruh kelompok perbandingan.