Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase penduduk miskin Kabupaten Barito Timur pada 2025 sebesar 6,10 persen. Angka ini turun 0,56 persen dari tahun sebelumnya, dengan penurunan jumlah penduduk miskin sebanyak 620 jiwa menjadi total 8.120 jiwa. Secara nasional kabupaten ini menempati peringkat 375 dari 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia.
Selama periode 2004 sampai 2025, persentase kemiskinan wilayah ini pernah mencatat angka tertinggi pada 2006 sebesar 14,05 persen. Angka terendah tercatat pada 2020 sebesar 6,09 persen. Selama 21 tahun pengamatan, terjadi penurunan persentase kemiskinan sebesar 7,04 persen secara kumulatif. Peringkat nasional wilayah ini sempat berada di urutan 258 pada 2004, kemudian bergeser secara bertahap hingga posisi 375 pada 2025.
(Baca: Garis Kemiskinan Makanan dan Nonmakanan Sumatera Selatan Desember 2025: Naik Jadi Rp.581,7 Ribu per Kapita/Bulan)
Dari data 3 tahun terakhir, rata-rata persentase kemiskinan berada di angka 6,46 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir sebesar 6,40 persen. Angka tahun 2025 berada sedikit di bawah kedua rata-rata tersebut. Pertumbuhan penurunan kemiskinan terbesar terjadi pada 2007 sebesar 12,17 persen, sedangkan pertumbuhan kenaikan terbesar terjadi pada 2010 sebesar 13,64 persen.
Kabupaten Barito Utara
Berada di peringkat 406 nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatat angka 5,52 persen pada tahun berjalan. Jumlah penduduk miskin tercatat 7.440 jiwa dengan penurunan sebesar 2,11 persen dibanding tahun sebelumnya. Garis kemiskinan berada di angka 654,10 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat sebesar 88,61 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Gunung Mas
Peringkat 408 nasional menjadi posisi wilayah ini dengan persentase kemiskinan 5,48 persen. Tercatat penurunan angka kemiskinan sebesar 3,52 persen tahun ini, dengan total penduduk miskin sebanyak 6.670 jiwa. Garis kemiskinan ditetapkan sebesar 585,48 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 72,37 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Kapuas
(Baca: 29,08% Penduduk di Kabupaten Jayawijaya Masuk Kategori Miskin)
Memiliki peringkat 408 nasional, persentase kemiskinan wilayah ini tercatat 5,48 persen. Berbeda dengan wilayah sekitar, angka kemiskinan disini justru naik sebesar 4,38 persen dibanding tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin mencapai 20.430 jiwa, garis kemiskinan 529,06 ribu rupiah per kapita per bulan dan pendapatan per kapita 62,15 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Kota Waringin Timur
Berada di urutan 394 nasional, persentase kemiskinan tercatat 5,83 persen. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 3,00 persen dibandingkan periode tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin mencapai 27.700 jiwa, garis kemiskinan 596,12 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita 92,97 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Murung Raya
Peringkat 367 nasional menjadi posisi wilayah ini, dengan persentase kemiskinan sebesar 6,19 persen. Terjadi penurunan angka kemiskinan sebesar 5,93 persen pada tahun berjalan. Jumlah penduduk miskin tercatat 7.640 jiwa, garis kemiskinan 673,42 ribu rupiah per kapita per bulan, dan pendapatan per kapita 102,96 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Seruyan
Berada di urutan 338 nasional untuk indikator persentase kemiskinan, wilayah ini mencatat angka 6,72 persen. Angka ini mengalami penurunan sebesar 5,08 persen dibanding tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin sebanyak 15.640 jiwa, garis kemiskinan 668,69 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita 77,17 juta rupiah per tahun.