Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat Indeks Inklusi Keuangan Provinsi Banten pada tahun 2022 mencapai nilai 85,71 Persen. Sepanjang periode data 2016 hingga 2022, indeks ini menunjukkan tren naik konsisten tanpa penurunan sama sekali. Kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2019 sebesar 14,84 poin atau tumbuh 21,37 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sedangkan tahun 2022 hanya mencatatkan pertumbuhan sedikit sebesar 1,42 poin atau 1,68 persen. Nilai indeks tahun 2022 tercatat berada di atas rata-rata keseluruhan periode yang mencapai 79,82 Persen.
(Baca: Siang Hari, Harga CPO Diperdagangkan MYR 4.574 per Ton)
Total peningkatan indeks Banten selama 6 tahun pengamatan mencapai 23,41 persen dengan rata-rata pertumbuhan tahunan sebesar 11,09 persen. Terdapat perlambatan pertumbuhan yang signifikan pada tahun 2022 dibandingkan periode 2016-2019 yang sebelumnya mencatatkan pertumbuhan di atas 20 persen. Untuk peringkat wilayah, Banten turun satu peringkat di lingkup Pulau Jawa dari posisi 4 tahun 2019 menjadi posisi 5 tahun 2022. Secara nasional, peringkat Banten juga turun dari urutan 14 menjadi urutan 18 dari seluruh provinsi di Indonesia.
Pada tahun 2022, nilai indeks Banten masih berada di bawah rata-rata provinsi lain di Pulau Jawa yang menjadi wilayah perbandingan. Jawa Tengah sebagai wilayah satu pulau mencatatkan nilai indeks sebesar 85,97 Persen, lebih tinggi 0,26 poin dibandingkan Banten. Pertumbuhan indeks Jawa Tengah selama periode pengamatan mencapai 30,83 persen, jauh melampaui pertumbuhan Banten. Sementara itu, Banten juga terpaut peringkat dua tingkat lebih rendah dibandingkan Jawa Tengah pada daftar peringkat se-Indonesia.
Nusa Tenggara Timur
Provinsi Nusa Tenggara Timur mencatatkan Indeks Inklusi Keuangan tahun terakhir sebesar 85,97 Persen, menempati peringkat 2 di wilayah pulau Nusa Tenggara dan Bali serta peringkat 15 secara nasional. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan tertinggi dibandingkan seluruh provinsi dalam daftar perbandingan, yaitu sebesar 41,79 persen dengan peningkatan nilai absolut sebesar 25,34 poin. Angka pertumbuhan ini bahkan hampir dua kali lipat total pertumbuhan Banten sepanjang periode pengamatan yang hanya mencapai 23,41 persen.
Jawa Tengah
Sebagai wilayah yang berada di Pulau Jawa yang sama dengan Banten, Jawa Tengah berhasil mencatatkan nilai indeks tahun 2022 sebesar 85,97 Persen dengan posisi peringkat 4 di Pulau Jawa dan peringkat 15 nasional. Pertumbuhan indeks wilayah ini mencapai 30,83 persen, dengan peningkatan nilai absolut sebesar 20,26 poin. Meskipun berada di pulau yang sama, Jawa Tengah berhasil mempertahankan peringkat nasional sementara Banten mengalami penurunan peringkat sebanyak 4 tingkat selama 3 tahun terakhir.
(Baca: PDB Menurut Daya Beli di Etiopia 2024)
Kalimantan Barat
Kalimantan Barat mencatatkan nilai Indeks Inklusi Keuangan tahun terakhir sebesar 85,97 Persen, menduduki peringkat 3 di wilayah Pulau Kalimantan dan peringkat 15 secara nasional. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 14,12 persen dengan peningkatan nilai absolut 10,64 poin. Meskipun pertumbuhan persentase lebih rendah dibandingkan Banten, wilayah ini berhasil menempati peringkat nasional 3 tingkat lebih tinggi dibandingkan posisi Banten pada tahun 2022.
Jambi
Provinsi Jambi yang berada di wilayah Sumatera mencatatkan nilai indeks tahun terakhir sebesar 85,19 Persen, berada di peringkat 6 wilayah Pulau Sumatera dan peringkat 19 secara nasional. Pertumbuhan indeks wilayah ini mencapai 31,41 persen dengan peningkatan nilai absolut sebesar 20,36 poin. Angka pertumbuhan ini melampaui total pertumbuhan Banten, meskipun nilai indeks akhirnya sedikit berada di bawah nilai yang dicatatkan Banten pada tahun 2022.
Riau
Riau menjadi satu-satunya provinsi dalam daftar perbandingan yang mengalami penurunan nilai indeks, yaitu sebesar 1,2 poin atau penurunan persentase sebesar 1,39 persen. Nilai indeks tahun terakhir Riau tercatat sebesar 85,19 Persen, menduduki peringkat 6 di Pulau Sumatera dan peringkat 19 nasional. Penurunan ini menjadi anomali tersendiri, mengingat seluruh wilayah lain termasuk Banten masih mencatatkan pertumbuhan positif sepanjang periode pengamatan.
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tenggara mencatatkan nilai Indeks Inklusi Keuangan tahun terakhir sebesar 84,42 Persen, menempati peringkat 4 di wilayah Pulau Sulawesi dan peringkat 21 secara nasional. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 12,46 persen dengan peningkatan nilai absolut 9,35 poin. Nilai indeks wilayah ini berada 1,29 poin di bawah nilai yang dicatatkan Banten pada tahun 2022, dengan peringkat nasional 3 tingkat lebih rendah dibandingkan posisi Banten.