Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dikonfirmasi tewas akibat serangan Israel dan Amerika Serikat (AS) pada Sabtu (28/2/2026).
Meninggalnya Khamenei terjadi setelah ketegangan antara Iran dengan AS dan Israel memuncak dalam sepekan terakhir.
Seperti disampaikan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Iran dilaporkan membalas dengan menyerang 27 markas dan aset AS serta Israel di Timur Tengah.
Dalam konflik ini, salah satu yang disorot adalah kekuatan misil atau rudal negara-negara yang diluncurkan.
Mengutip laporan Aljazeera yang bersumber dari Center for Strategic and International Studies (CSIS) Missile Defense Project, setidaknya ada 25 rudal terkemuka yang dimiliki Iran dan Israel.
Dari jumlah itu, Jericho 3 yang notabene kepunyaan Israel menjadi rudal dengan estimasi jarak tembak terjauh, yakni hingga 6.500 kilometer (km).
Sementara, Iran memiliki Soumar dengan estimasi jarak tembak terjauh, mencapai 2.500 km.
Berikut estimasi jarak tembak maksimal rudal-rudal yang dimiliki Israel dan Iran, diurutkan dari jarak terjauh:
- Jericho 3 (Israel): 6.500 km
- Jericho 2 (Israel): 3.500 km
- Soumar (Iran): 2.500 km
- Khorramshahr (Iran): 2.000 km
- Ghadr (Iran): 2.000 km
- Sejjil (Iran): 2.000 km
- Emad (Iran): 1.700 km
- Kheibarshekan (Iran): 1.450 km
- Shahab 3 (Iran): 1.300 km
- Qadr 380 (Iran): 1.000 km
- Qiam-1 (Iran): 800 km
- Ya-Ali (Iran): 700 km
- Zolfaghar (Iran): 700 km
- Quds-1 (Iran): 600 km
- Raad-500 (Iran): 500 km
- Shahab 2 (Iran): 500 km
- Fateh-313 (Iran): 500 km
- Gabriel (Israel): 400 km
- Shahab 1 (Iran): 300 km
- Fateh-110 (Iran): 300 km
- Delilah (Israel): 300 km
- Lora (Israel): 280 km
- Popeye Turbo (Israel): 200 km
- Extra (Israel): 150 km
- Popeye (Israel): 100 km.
(Baca: Perang AS-Israel dengan Iran Makan Korban di Banyak Negara)