Pemerintah Amerika Serikat (AS) menangkap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, pada Sabtu (3/1/2026).
Dalam siaran pers Senin (5/1/2026), kantor kepresidenan AS, The White House, menyatakan penangkapan Maduro ini sebagai kemenangan.
"Presiden Donald J. Trump mencetak kemenangan luar biasa dalam kebijakan luar negeri: penangkapan dan ekstradisi Nicolas Maduro, terdakwa teroris narkoba dan diktator sosialis yang menjerumuskan Venezuela ke dalam kekacauan, membuat rakyatnya kelaparan, dan mengancam keamanan Amerika," kata mereka.
(Baca: Indeks Demokrasi Venezuela Rendah, Tergolong Negara Otoriter)
Pemerintah AS sudah menetapkan Nicolas Maduro sebagai buronan sejak tahun 2020, dengan tuduhan terlibat dalam terorisme narkoba, konspirasi impor kokain, dan kepemilikan senapan mesin.
Menurut Bureau of International Narcotics Matters (INM), biro urusan narkotika di Departemen Luar Negeri AS, Maduro ikut mengelola dan memimpin "Kartel Matahari", yaitu organisasi perdagangan narkoba yang berisi pejabat-pejabat tinggi Venezuela.
"Saat ia berkuasa di Venezuela, Maduro berpartisipasi dalam konspirasi terorisme narkoba yang korup dan penuh kekerasan bersama Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia (FARC), organisasi yang ditetapkan sebagai teroris," kata INM dalam laporan di situs Departemen Luar Negeri AS (7/8/2025).
"Maduro menegosiasikan pengiriman kokain yang diproduksi FARC dalam jumlah besar; mengarahkan Kartel Matahari untuk menyediakan senjata kelas militer bagi FARC; berkoordinasi dengan para pedagang narkoba di Honduras dan negara-negara lain untuk memfasilitasi perdagangan narkoba skala besar; serta meminta bantuan FARC dalam melatih kelompok milisi tidak resmi yang berfungsi sebagai unit angkatan bersenjata untuk Kartel Matahari," kata INM.
(Baca: Venezuela Masuk Jajaran Negara Paling Korup Sedunia)
Merujuk laporan United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC), Venezuela memang terindikasi sebagai salah satu lokasi peredaran kokain terbesar di dunia.
Selama periode 2019-2023, ada sekitar 184,98 ton kokain yang berhasil diungkap atau disita di Venezuela, paling banyak ke-13 secara global.
Negara lain yang terindikasi sebagai lokasi utama peredaran kokain global adalah Guatemala, Honduras, Kolombia, AS, Peru, Argentina, Ekuador, Belgia, Brasil, Panama, Spanyol, Belanda, Kosta Rika, dan Bolivia, dengan jumlah kokain yang berhasil terungkap seperti terlihat pada grafik.
Menurut UNODC, Kolombia, Peru, dan Bolivia terindikasi sebagai sumber awal pengiriman kokain internasional.
Kemudian Venezuela terindikasi sebagai salah satu tempat transit pengiriman, dan AS menjadi salah satu penerima perantara atau tujuan akhir pengiriman kokain.
(Baca: Asia Tenggara Salah Satu Pasar Sabu Terbesar Global)